Showing posts with label Versi Teks One Piece. Show all posts

Thursday, March 12, 2020

Friday, February 28, 2020

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 973 - Klan Kozuki

Roger dan krunya turun dari Skypiea dengan bantuan balon gurita raksasa yang mengangkut Kapal Oro Jackson.

Dari ketinggian itu, mereka bisa melihat luasnya dunia. Momen ini tak mau dilewatkan begitu saja oleh Oden. Ia mengangkat tinggi-tinggi tubuh Momonosuke supaya anaknya itu bisa melihat semuanya dengan jelas.

"Lihat betapa tingginya kita sekarang..."
"Hentikan!! Itu ketinggian woi!!" kru Roger membentak.

"Tapi meski sudah setinggi langit ini pun... yang kita lihat masih tetap sedikit. Itulah dunia!! Momonosuke!! Hiyori!! Pastikan kalian mengingat pemandangan ini di kepala kalian, sesuatu yang tak akan bisa kalian lihat di Wano."


Di kesempatan lain, Oden memangku Momonosuke dan bertanya..
"Momo! Perempuan seperti apa yang kau sukai?"
"Pertanyaanmu kecepetan!!" bentak Rayleigh.

Dan ketika Oden mengajari Momonosuke teknik berpedang..
"Momo, saat menebas manusia, lakukan seperti menebas kue ikan.."
"Ajaran macam apa itu!!"

Sunday, February 16, 2020

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 971 - Hukum Rebus

Nona Toki dan kedua anaknya masih tinggal di Kastil Kuri, dan makin hari mereka harus makin waspada. Bahkan sebelum makan, makanannya harus dicek terlebih dahulu oleh ajudan untuk memastikan kalau itu tidak mengantuk racun.

Friday, January 31, 2020

Friday, January 24, 2020

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 969 Bahasa Indonesia

"Aaaaaaa..!!!"

Orochi menjerit, wanita-wanita di sekelilingnya berlarian ketika Oden semakin dekat dan bersiap untuk menebad dengan dua pedangnya.

"Tunggu...!! Tunggu dulu, Oden..!!"


Orochi berusaha menahannya tapi percuma saja. Jangankan dia, sebelumnya Toki pun sempat berusaha menahan Oden. Mengingatkannya kalau dia marah dan gegabah seperti ini, maka musuh akan menyerang balik...

Oden tidak peduli.

"Orochi...!!!"
"Aaaaa....!!!"

Blasssstttt!!!!! Oden melesatkan tebasan.

Perabotan-perabotan di sebelah ruangan sampai terpecah-pecah oleh serangan itu, namun anehnya itu tidak melukai Orochi sama sekali. "Eh!?"

...

Follow Twitter @YonkouTerkuat untuk mendapat berbagai update dan twit-twit random seputar One Piece dan Anime/Manga lainnya.

...

Kakek itu... Kakek pemain musik yang waktu itu ikut bersama si nenek misterius ternyata bukan hanya seorang pemusik biasa. Ia menyilangkan kedua jarinya, dan seketika sebuah barrier melindungi sekitar tubuh Orochi dari serangan.


Orochi bisa sedikit bernapas lega..

"Apa ini!?"

Oden menebas-nebas kembali barrier itu namun tetap tidak ada efeknya.
"Gyaaa...!!" Orochi di balik barrier masih tampak ketakutan.

"Kaca!? Bukan!! Keluar kau Orochi!!" Oden terus menebas-nebas namun perlindungan dari kemampuan buah iblis itu tetap tidak tergores.

Orochi masih tampak ketakutan.

"Tidak perlu takut, Tuan Orochi, percayalah pada kemampuan buah Bari Bari ini.." ucap kakek pengguna kemampuan buah iblis itu, Kurozumi Semimaru. "Barrier ini bisa menghalangi siapapun untuk menembusnya. Dengan ini kekuatanmu tidak ada artinya, Oden!!"


"Nikyokyokyo!! Setelah menjadi bajak laut, kau pasti sudah tidak asing lagi dengan kemampuan-kemampuan khusus yang berasal dari buah iblis seperti ini..." ucap si nenek pemakan buah Mane Mane yang juga berada di belakang Orochi, Kurozumi Higurashi.

Semoga cara baca nama ini tidak salah, untuk versi resminya tunggu saja terbitan MangaPlus hari Senin nanti.

"Orang-orang seperti itu ada juga di sini!?"
"Ya, dan di sini kami menyebut mereka sebagai tukang sihir!!"

"Hahaha.. Oden!!" Orochi meski masih tampak takut namun sudah mulai bisa tertawa. "Apa kau pikir semua masalah bisa kau selesaikan hanya dengan amarah dan kekuatan!? kau tak akan bisa membunuhku!!"

Sementara itu di luar kastil, orang-orang bersorak-sorai atas kedatangan Oden.


"Apa kau melihatnya tadi!? Oden masuk menerobos kastil!!"
"Penerus yang sah dari Keluarga Kozuki telah kembali!!"

"Shogun yang sekarang akan diganti!!"
"Aku yakin selanjutnya Kaidou juga akan diusir!! Hajar Orochi!!"

"Oden!!"
"Oden!!"

Tapi di dalam kastil situasinya tidak semudah itu.

Oden yang semula hanya mengamuk menebas-nebas kini mulai bisa lebih tenang. "Ayahku memberimu posisi sebagai shogun pengganti sampai aku kembali... Karena itu cepat serahkan kembali posisi shogun padaku!!"

"Aku tak pernah berminat untuk menjadi shogun," ucap Oden, "Tapi akan kulakukan jika itu demi kehidupan yang lebih baik untuk para rakyat Wano!!"

"Tidak tidak tidak... Sayang sekali..." ucap Orochi.
"Klaim shogun mu itu sekarang sudah tidak berarti.."


"Nikyokyokyo..." si nenek di belakang Orochi tertawa.

Ia kemudian berubah menjadi Shogun Sukiyaki, ayah Oden.
"Wah wah, ahirnya kau kembali juga, Oden.." ucapnya menirukan ayah Oden.

"Eh!? Ayah!? Kau masih hidup...!?"

"Nikyokyokyo!!" si nenek kembali berubah ke wujudnya semula dan tertawa-tawa.

"Para daimyou yang bodoh itu percaya saja berkat kemampuan mengubah wujud ini!!" ucap Orochi. "Wahahaha!! Pada akhirnya sekarang mereka sudah secara resmi memberikan posisi shogun padaku!! Jadi tidak ada lagi alasan bagiku untuk memberikan posisi ini padamu..."

"Apa saja yang sudah kau lakukan pada ayahku!?" Oden membentak masih dari luar barrier, "Apa kau yang membunuhnya!?"

Orochi diam saja dengan ekspresi liciknya.


Pembicaraan selanjutnya terjadi di antara mereka, dan diam-diam Shinobu muda mengintip percakapan tersebut dari balik langit-langit ruangan.

Di luar, situasi juga mulai berubah parah. Ketika orang-orang berkumpul dan meneriakan nama Oden, salah satu dari mereka terkena tembakan panah beracun.

"Seseorang terkena panah!!"
"Panggilkan dokter!!"


Orang-orang yang berkumpul dan heboh atas kembalinya Oden pada akhirnya harus menjadi korban. Dua penduduk terkena panah beracun dan mengalami demam hebat.

Para penduduk yang ketakutan bersembunyi di balik rumah mereka.

Naga raksasa terlihat terbang di langit berawan yang ada di atas kastil ibu kota.


Pria yang membangun keluarganya sendiri dan menjadi Daimyou Kuri...

Pria yang menjelajahi lautan bahu membahu dengan bajak laut terhebat di dunia...

Pria yang telah kembali berkali-kali lebih kuat...

Oden yang tak terkalahkan!! Di kampung halamannya sendiri yang tengah menderita oleh kekuasaan yang kejam...

Pria yang seharusnya menjadi penyelamat bagi orang-orangnya...

Kozuki Oden


Beberapa jam kemudian ia menari telanjang di depan kastil Shogun Orochi
Orochi dan anak buah Kaidou tertawa-tawa

Kembalinya sang penerus sah shogun Wano, Kozuki Oden
Pada akhirnya orang-orang mulai kecewa... Bahkan marah

Si bodoh dari Kuri, Kozuki Oden
Sebuah lagu bahkan dibuat untuk meledek si bodoh ini


Oden muncul ke kota sekali seminggu
Menari-nari di depan kastil, mendapat bayaran kecil

Di hari berangin
Di hari hujan
Di hari bersalju

Narasi yang menggambarkan betapa Oden mengorbankan harga dirinya berakhir. Selanjutnya di kastil Kuri, tampak para ajudannya memohon untuk ia tidak semakin menjatuhkan harga dirinya. Kinemon dan yang lainnya bersujud, "Kami mohon, Tuan Oden!!"


Oden yang sudah terlihat seperti bapak-bapak yang tidak mengurusi dirinya sendiri hanya berkata, "Menari telanjang tiap minggu adalah pekerjaanku.."

"Tolong beritahu kami yang sesungguhnya!!" ucap Kiku.
"Apa yang Anda bicarakan dengan Orochi!? Kenapa Anda melakukan semua ini!?"
"Kami tak tahu lagi harus bicara apa pada warga Kuri yang tetap percaya sampai akhir!!"

Bahkan di daerahnya sendiri, Kuri, Oden sudah mulai dibenci warganya. Anak-anak menimpukinya dengan batu tiap kali Oden lewat di jalan.

Seorang ibu menghampiri anaknya yang melempar batu ke Oden dan berkata, "Jangan berbuat kasar begitu pada anjing"

...

Suatu hari Oden berlari ke pantai...
menangis sekencang-kencangnya, tertawa sekencang-kencangnya, lalu menangis lagi...

Menangis dan tertawa lagi...
Air mata membasahi muka tersenyumnya...

Sebuah koran dari dunia luar akhirnya sampai di pesisir Wano..
Oden menangis sambil tertawa saat membacanya...


Dunia dibuat gempar oleh eksekusi mati sang Raja Bajak laut, serta harta berlimpah yang ia tinggalkan untuk ditemukan... One Piece

Orang-orang beramai-ramai pergi ke laut...
Era Besar Bajak Laut dimulai

"Roger!!" ucap Oden, "Kau memang hebat!! Hidupmu sungguh luar biasa!! Tidak seperti Kuri!!"

...

Dua tahun setelah kembalinya Oden,
Pertempuran antara Kelompok Bajak laut Gekko Moriah dan Kaidou pecah

Di waktu yang bersamaan, makam Toshin Ryuma dicuri

Dan di waktu yang bersamaan pula, si bodoh Oden masih menari-nari telanjang


Namun meski begitu, Oden masih tetap memiliki keluarganya. Hiyori dan Momonosuke tetap terlihat sayang padanya. Suatu hari Oden pernah bertanya pada Toki, "Apa kau mau menceraikanku?"

"Hah? Apa kau bercanda?" Toki hanya tersenyum saja, lama-lama ia sudah terbiasa dengan semua itu dan tetap mencintai Oden.

Tidak hanya keluarga, Oden juga masih punya para ajudannya...

Juga rekan-rekan lain... Salah satunya Yasuie.
"Menjadi bodoh terkadang bagus.." ucap daimyou Hakumai itu.

Masih ada juga si boss yakuza yang mendukungnya, Hyogoro...

Seorang pria menahan Oden saat ia ingin bertemu Hyogoro, "Mau ada urusan apa kau dekat-dekat dengan boss Hyogoro.."

Plakkk!!! Seorang wanita menggeplaknya dari belakang.
"Bodoh, cepat suruh dia masuk... Oden-chan, Hyogoro-sana ada di dalam, ayo masuk kita minum teh"

Di dalam ruangan, mereka pun minum-minum teh sambil mengobrol.

"Orochi benar-benar keras kepala," ucap Hyogoro. "Apa menurutmu aku juga perlu turun begitu?"

"Jangan memaksakan diri.." ucap Oden.

"Oden-chan, aku juga jago menari loh"
"Hei hei jangan lakukan itu, Nyonya"


Tiga tahun setelah Oden kembali...
Empat tahun setelah Oden kembali...

Oden masih tetap menari telanjang tiap minggunya. Tidak ada yang berubah di negeri Wano.

Di tahun kelima...
Kuri...

Arak-arakan Orochi sedang lewat di jalanan kota, di antar oleh dua kuda yang terlihat gagah. Di sekitarnya tampak bersiaga beberapa pengawal. Termasuk duo kakek dan nenek Kurozumi.

"Shogun Orochi!!"


Seseorang berlutut di tengah jalan saat ia lewat. Orochi turun dari kereta kuda dan menghampirinya. Yang berlutut itu ternyata adalah Oden. Orochi kaget.

"Mengenai pabrik-pabrik senjatanya," ucap Oden, "Lalu kapalnya... dan Kaidou..."

Orochi seolah tak tahu menahu dan berkata, "Bicara apa kau?"
"!!!!" Oden terlihat syok.

"Aku akan menjadikan Wanokuni sebagai produsen senjata terbesar!!!!" ucap Orochi.

Oden semakin kaget. Dan perkataan Orochi setelahnya semakin membuat hatinya hancur.
"Dan ah... soal Hyogoro, dia membuatku khawatir, jadi aku menyerahkannya pada Kaidou!!"

"!!!"

Hyogoro ditangkap, istri dan 16 anaknya dibunuh. Seluruh keluarganya dihabisi.


Oden, seorang samurai yang telah menahan semuanya seorang diri selama lima tahun...

Benang tipis itu telah dirusak..
Telah diputus

Air mata yang selama ini tertahan di matanya menetes
Namun Oden mampu menahan perasaannya

Sepertinya Oden telah belajar dari kesalahan sebelumnya. Kali ini ia bisa menahan amarahnya dan memikirkan segala sesuatunya secara matang.


Oden kembali ke kastil dan mengumpulkan orang-orangnya.
"Kita akan menjatuhkan Kaidou!!"

"Kami sudah lama menunggu kata-kata ini!!"

Kinemon dan yang lain tampak seperti orang yang baru diberi makan setelah sekian lama lapar. Kata-kata itu akhirnya keluar dari mulut pemimpin mereka.

Kekacauan terbesar di generasi ini

Oleh Kozuki Oden... Yang telah menangis di sepanjang Wano

Di sisinya, sembilan pria yang telah ia tumbuhkan sebagai samurai

Disinari oleh merahnya langit matahari senja

Pria-pria ini lapar akan pertarungan, berkilau oleh api merah

Pedang di pinggang mereka bagaikan refleksi dari nyala hidup yang membara


Para penduduk Wano, yang hormat terhadap kesetiaan mereka, kemudian menyebut mereka sebagai

Sembilan Sarung Merah

Dengan mata yang tertuju pada Kaidou..
Jalan mereka juga bagian dari cerita sedih di masa lalu...

Takdir yang menunggu mereka adalah.... eksekusi publik Kozuki Oden!!

Sampai jam legendaris itu tiba, yang akan diceritakan terus pada generasi mendatang...

Tolong jangan sedetik pun, mengalihkan matamu

One Piece 969 - END

Friday, January 17, 2020

Saturday, December 28, 2019

Friday, December 20, 2019

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 966 part 2

Baca bagian pertamanya di Versi Teks One Piece Chapter 966 part 1

"Hartanya jadi kebanyakan!!"
"Juga barang-barang persediaan makanan!!"

"Kembalikan makanan-makanan mereka, bodoh!! Apa kalian mau Oden dan keluarganya mati kelaparan!?"
"B-Baik pak!!"

Dan akhirnya salam perpisahan...
"Sampai jumpa lagi!!" teriak kru Shirohige.
"Jangan lupa bawa oleh-oleh!!" ucap Marco.

Chapter kedua dari kehidupan bajak laut Oden pun dimulai, sebuah awal dari petualangan baru dimulai. Oden menulis dalam catatannya, "Shiro-chan adalah pria yang hebat, dan Roger adalah pria yang tidak tertebak!! Semoga Kami beruntung!!"


Perjalanan Oden di kapal Roger dimulai, dan tentu dia ke sana bersama keluarganya. Roger tampak begitu bahagia menggendong Hiyori. "Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menggendong bayi... Jadi nama mereka, Hiyori dan Momonosuke?"

Rayleigh menggendong Momonosuke, "Aku jadi teringat masa lalu.." ucapnya.

Lalu...
"Kapten Roger!! Kami menemukan penyusup!!"

Oden kaget karena ternyata penyusup yang dimaksud adalah manusia kucing dan anjing. "Inuarashi!? Nekomamushi!? Apa yang kalian lakukan di sini!?"

"Kami merasa senang saat berada bersama Anda, Oden-sama!!"

Sementara di pulau tempat kelompok Shirohige masih berada..
"Si kucing dan anjing juga menghilang!!"
"Dasar kucing anjing bodoh itu!!"

Tapi tentu saja, selain Roger, sebagian besar kru belum bisa menerima Oden.
"Kau ada di sini hanya karena kami butuh pengetahuanmu, Oden!!"
"Kami tidak bisa menerimamu secepat itu!!"


Tapi kenyataannya tidak begitu. Setelah melewati hari-hari sebagai bajak laut, menyerang kota pelabuhan untuk mencari bahan-bahan makanan, mereka langsung akrab.

Tak butuh waktu lama tampaknya bagi Oden untuk bisa akrab pesta minum-minum dengan kelompok Roger.

Mereka minum-minum, bernyanyi-nyanyi, "Oden~~~!!!"
"Mari bersulang, untuk waktu kita bersama Oden!!"

Sampai kemudian Crocus menjelaskan ke Oden kalau waktu Roger tidak banyak lagi. "Orang ini cuma punya sisa hidup setahun lagi.." ucapnya.

Roger tertawa saja, "Uahahaha!!"
Sementara Oden kaget, "Haaaaah!!!???"

"Makanya aku buru-buru.." ucap Roger.

Selanjutnya mereka pergi berlayar di hembusan air laut knock up stream untuk menuju pulau langit.
"Kita akan mati...!! Huaaaa...!!!!!"

Dan Oden semakin merasa kagum akan betapa luasnya dunia yang bagai tanpa akhir. Siapa yang mengira bahwa ada pulau bahkan sampai di atas langit!?


Mereka lalu sampai di lonceng emas Shandorian. Buggy tampak bersemangat sekali melihat lonceng raksasa yang terbuat dari emas murni.

"Bagaimana kita akan membawa lonceng emas raksasa ini, kapten!?"

"Kau saja yang mengambilnya nanti kalau sudah menjadi kapten bajak lautmu sendiri." ucap Roger. "Aku tidak punya banyak waktu untuk ini."

"Eeeh!? Setidaknya ayo kita ambil saja sepotong dua potong, kapten"

Yang ingin dicari Roger di tempat itu adalah poneglyph.

"Batu-batu ini memiliki suara.." ucap Roger. "Begitu terdengar hingga mudah untuk menemukannya. Yang ini selalu berbicara mengenai suatu kekuatan yang luar biasa..."

Roger tak bisa membaca isinya, tapi ia bisa seolah mendengar suara dari poneglyph itu.

"Tulisan ini berisi informasi mengenai sebuah senjata bernama Poseidon.." ucap Oden.

"Oden, coba kau pahat kata-kataku ini di sana!!" Roger lalu memberi pesan, "Aku telah sampai di sini dan aku akan menuntun kalian menuju akhir!!"

Oden pun mengukir pesan sesuai yang Roger mau.
"Seperti ini?"

"Kerja bagus, Oden!!"

Dan seperti itu, Oden pada akhirnya mencapai akhir bersama Roger, tujuan dari sisa hidup yang ia habiskan... chapter terakhir dari petualangan besarnya.


Bersambung ke One Piece Chapter 967

NB: kemungkinan masih ada bagian yang kurang/salah, akan diperbarui ketika versi resminya keluar hari senin nanti.
thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 966: Roger dan Shirohige

"Oh!! Akhirnya muncul juga si samurai!!"

Roger terlihat sangat bersemangat ketika mengetahui Oden, samurai di Kapal Shirohige berlabuh di pulau itu.


Begitu pula dengan Oden, setelah mengetahui keberadaan Roger dkk ia langsung turun dan melesat menuju mereka, berpikir kalau mereka adalah bajak laut-bajak laut yang umumnya mereka temui.

Sementara kru Shirohige yang sudah tahu Kelompok Roger seperti apa berusaha untuk mencegah Oden dengan berteriak, "Tunggu dulu, Kapten Oden!!"

Oden tak mendengarkan dan terus berlari, "Aku hanya perlu menghabisi mereka dan mengambil hartanya, kan!?"

"Tidak akan semudah itu!! Kelompok Roger levelnya beda jauh dengan bajak laut yang selama ini kita lawan!!"

Oden yang sama sekali tak peduli malah langsung menerobos dan menyerang kru Roger dengan teknik dua pedangnya, "Nitouryuu Oden... Gan Modoki!!!"


Tampak beberapa kru Roger terhempas olehnya.

"Rumor itu benar... Dia kuat!!" ucap salah seorang anggota Roger yang terkapar oleh serangan Oden.

Tapi di depan sana, tampak Scopper Gaban dan Reyleigh sudah menunggu, saling berdiri bersebelahan untuk menghalau Oden.

"Ayo kita lakukan bersama-sama, Rayleigh.." Gaban bersiap dengan dua kapak.
"Baiklah kalau kau maunya begitu.." Rayleigh bersiap dengan pedangnya.


"Tunggu dulu Gaban, Rayleigh!!" sang kapten mendadak berlari dari belakang dan melewati mereka berdua, "Mana mungkin kubiarkan dua sahabat terbaikku luka!!"

Roger ingin menyerang Oden sendirian.

"Bilang saja kau ingin melawannya sendiri.." ucap Rayleigh.

Oden yang masih melesat sadar akan aura mengerikan yang mendekat, tapi ia justru terlihat semakin bersemangat, "Aura mahkluk buas!!"

"Oi samurai!!"

Roger bersiap untuk menyerang dan akhirnya sebuah tebasan ia lesatkan, "Kamusari!!!"

Oden tampaknya coba menahan dengan kedua pedangnya namun serangan Roger terlalu kuat baginya. Oden berhasil dihempaskan.


Oden terlempar cukup jauh oleh serangan itu, ia terhampas menabrak tebing, terlihat luka di kepalanya, tapi ia kembali berdiri dan berlari menuju Roger.

"Serangan apa itu tadi!? Luar biasa!!"

Sementara serangan Roger tadi hanya seperti pemanasan kecil untuknya. Bentrok sesungguhnya baru akan terjadi. Di sana, ada Shirohige yang juga bersiap untuk melepaskan serangan.

Shirohige dengan tombaknya, Roger dengan pedangnya, dua senjata berlapis haki siap untuk saling hantam dan...

Baaaammmm!!!!!


Sentuhan haki kedua senjata menciptakan tekanan ledak yang sangat dahsyat ke sekujur pulau. Hempasannya menggetarkan awan di sekitar, membuat pepohonan beterbangan bahkan Moby Dick yang berlabuh di pinggir pantai terhempas olehnya.

"Kapal kita!!!" jerit kru.

Roger dan Shirohige saling berhadapan..

"Kelihatannya kau sehat-sehat saja, Roger!"
"Sudah berapa tahun ya, Shirohige!?"

Dan keduanya sama-sama ingin bertarung secara penuh, "Kerahkan seluruh kekuatanmu!!"

"Gurararara!!"
"Uahahaha!!"

Dan para kru dari kedua belah pihak pun mulai saling serang,
"Ayo serang!!"
"Habisi mereka semua!!"


Kelompok Bajak Laut Roger vs Kelompok Bajak Laut Shirohige. Konfrontasi antara dua kelompok bajak laut besar ini berlangsung selama tiga hari tiga malam.

Di hari keempat...

Pertarungan berakhir dan kini mereka malah mulai berpesta, minum-minum, berbagi harta.

"Baju yang bagus, di mana kau mendapatkannya!?" Epoida tampak memegang sebuah baju.

"Oi oi jangan mengambil terlalu banyak, kita kan sudah janji membaginya secara adil!!" kru Roger dan Shirohige saling berbagi harta karun.

"Tambahkan tiga kotak lagi!!"

Sementara dari jarak yang cukup jauh Rayleigh melihat kelakuan mereka dan mereka, "Siapa sangka dari bertarung mati-matian malah jadi tukar-tukaran kado begini.."


Teach melihat Shanks dan Buggy lalu bertanya pada Marco dkk yang ada di sebelahnya, "Anak-anak ini.. Apa mereka anak magang juga?"

"Yah begitulah dan sudah cukup lama.."

"Kelihatannya mereka tidak kuat.." ucap Teach.
"Tapi mereka punya attitude yang bagus"

Di sisi lain, Buggy melihat Teach kecil lalu berbisik pada Shanks, "Oi Shanks, apa kau lihat anak bertopi itu? Selama pertarungan beberapa hari ini ia tidak tidur sama sekali!!"

"Eh? Kenapa??"
"Kudengar ia bahkan tidak pernah tidur sejak lahir.."

"Hah!? Bagaimana bisa? Tapi baguslah, berarti dia bisa menikmati hidup dua kali lebih lama!" ucap Shanks.
"Mana bisa segampang itu, bodoh!! Dia itu monster!!" ucap Buggy.


Di sisi lain pulau, tampak Roger mendiskusikan sesuatu bersama Shirohige dan Oden. Roger kaget saat Oden berkata kalau ia bisa...

"Kau bisa mengerti maksudnya apa!?"

"Iya aku bisa," ucap Oden. "Aku bisa menerjemahkannya untukmu, tapi untuk apa? Simbol-simbol ini adalah kode rahasia. Cara untuk menerjemahkannya diwariskan secara turun temurun di keluarga Kozuki."

"Kami mendapatkannya 13 tahun yang lalu, saat kami berhasil melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh siapapun: Mencapai ujung dari log pose, Pulau Road Star!! Tapi ketika sampai di sana, aku menyadari kalau itu bukanlah pulau terakhir!! Log pose yang kami miliki tidak bisa menuntun kami lebih jauh lagi, tapi.. Aku yakin masih ada satu pulau lagi!! Satu pulau yang harus kau capai untuk bisa dianggap mengelilingi dunia, sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh siapapun!!"

Roger menunjukan salinan-salinan poneglyph yang dimilikinya, "Ada empat titik yang ditandai pada empat batu ini, dan aku yakin kalau itu adalah koordinat dari pulau terakhir. Tapi Pemerintah Dunia sudah sejak lama melarang pembacaan poneglyph!! Dulu aku mengira batu-batu ini hanya objek biasa, tapi siapa sangka ini akan berperan penting dalam mencapai tujuanku."


"Ini berarti pemerintah dunia tidak ingin siapapun sampai sana. Dan hal itu malah semakin membuktikan kalau di sana ada harta yang luar biasa!! Kalau bisa sampai ke sana, kita bisa menjadi bajak laut terhebat selautan!! Aku ingin menjadi..."

Tak terdengar apa lanjutan dari kata-kata Roger, tapi Oden dan Shirohige tampak kaget.
"Hah??"

"Gurararara!!" Shirohige tertawa, "Kau ini kebanyakan omong kosong, Roger!! Memangnya kau ini anak-anak, hah!?"

Sementara Oden malah merasa kagum hingga terdiam membeku.

"Kumohon pinjami aku Oden selama setahun, Newgate!! Anggap ini permintaan terakhirku!! Dengan dia di sisiku aku pasti bisa mencapai pulau terakhir!!"

"Oi oi!! Kenapa malah kalian yang memutuskan!?" bentak Oden.

Dan setelahnya terjadi satu hal yang membuat terkejut seluruh kru. Ribut-ribut terdengar di kedua kelompok, "Apa yang terjadi!?"

"Kapten Roger... Kapten Roger bersujud di hadapan Shirohige!!!"

Roger bersujud demi mendapat Oden.

"Hentikan, kapten!! Mereka itu rival kita!!" ucap Gaban.

Roger bersujud di hadapan Oden, "Kumohon, Oden!! Ikutlah membantu navigasi kami, hanya untuk satu tahun saja!!"

"Hentikan!! Jangan membuat malu dirimu sendiri, jangan bersujud di hadapanku!!" ucap Oden.


Shirohige terlihat marah dan tidak mengizinkannya. "Tak akan kubiarkan, Roger!! Apa kau pikir aku rela menyerahkan anggota keluargaku!?"

Dan kemarahan Shirohige membuat laut di sekitar pulau itu terbelah bertingkat-tingkat, "Uwaaah lautnya..!!"

Namun bagaimanapun, Oden tak bisa menapik sesuatu yang seolah memanggil di dalam dirinya. Ada hubungan apa antara batu-batu itu dan Klan Kozuki? Dan apakah pertemuannya dengan Roger hanya sebuah kebetulan belaka? Tanpa pikir panjang Oden menemukan jawabannya.

"Shiro-chan...!! Kumohon izinkan aku bersama mereka..!!"

Shirohige lalu memasak wajah jijik seperti saat Toki minta diantar ke Wano.
"Wajahmu terlihat jijik...!!"


"Sudah jangan banyak tingkah, jelas aku menentang ini!!" ucap Shirohige, "Kita ini saudara bukan!?"
"Ayolah Shiro-chan... Cuma satu tahun saja..."

Pada akhirnya Oden berhasil merayu Shirohige untuk ia bisa bergabung dengan Roger. Meski tentu saja, Shirohige masih terlihat tidak puas, kesal, dan marah.

"Kami akan tetap berada di sini," ucap Izo. "Kami lebih memilih untuk berada di kapal ini, jadi kami akan menunggu Anda kembali satu tahun lagi.."

"Iya, kalian sudah menjadi bajak laut yang hebat. Jadi kalian bebas memilih jalan kalian masing-masing." ucap Oden pada Izo, Nekomamushi, dan Inuarashi.

Shirohige masih terlihat ngambek di pojokan.
"Ayah, apa kau tidak mau mengucapkan sampai jumpa!? Roger memberi semua harta karunnya pada kita sebagai ucapan terimakasih!!"

"Hmpph...!!" Shirohige tidak peduli.


"Hartanya jadi kebanyakan!!"
"Juga barang-barang persediaan makanan!!"

"Kembalikan makanan-makanan mereka, bodoh!! Apa kalian mau Oden dan keluarganya mati kelaparan!?"
"B-Baik pak!!"

Dan akhirnya salam perpisahan...
"Sampai jumpa lagi!!" teriak kru Shirohige.
"Jangan lupa bawa oleh-oleh!!" ucap Marco.

Lanjut ke: Versi Teks One Piece Chapter 966 part 2

Friday, December 13, 2019

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 965 - Rencana Kurozumi


Dunia terdiri dari empat lautan biasa dan satu lautan panjang, dan ternyata bentuk dunia itu bulat seperti kelereng, luar biasa sekali!!

kalimat tersebut merupakan sepenggal tulisan dari catata-catatan yang ditulis oleh Oden di buku catatannya.

One Piece Chapter 965 - Rencana Kurozumi

Di dek kapal Oro Jackson, tampak Oden dan Toki sedang berdua. Toki memperhatikan lautan sementara Oden melihat ke selembar peta dan berkata, "Jadi Wano sekecil ini jika dibandingkan dengan seluruh dunia, eh?"

Oden lalu bertanya pada Toki, "Toki, di mana kau lahir?"

"Tidak tahu, tapi orangtuaku selalu berkata kalau kampung halaman mereka adalah Wano. Aku juga tidak punya tempat untuk kembali." ucapnya.

"Sejujurnya, kapal ini tidak akan berlayar dekat-dekat Wano, paling tidak untuk waktu yang dekat.." ucap Oden.
"Tidak apa, saat bersamamu aku merasa aku sudah mencapai tujuanku." Toki tersenyum.

"Eh? Kenapa begitu?" Oden tidak paham.
"Ufufu, kenapa ya..." Toki tersipu.

Sementara Marco yang mengitip mereka juga seperti malu-malu. Dan tidak hanya dia, tampak juga Jozu dan Vista remaja yang sama-sama tersipu. Nekomamushi datang, "Oi, apa kalian tahu di mana tuan Od-"

"Sttt ke sini kau kucing!!" Vista menariknya, seolah tidak mau Oden dan Toki yang lagi berduaan diganggu.


Tapi tidak selamanya pelayaran mereka berjalan mulus dan tenang. Sebagai bajak laut, tentu Shirohige memiliki musuh, terutama Angkatan Laut.

"Ada kapal Angkatan Laut!! Kabur!!"

"Kenapa tidak kita lawan saja!?" ucap Oden.
"mereka itu bagian dari sebuah organisasi besar. Kalaupun kita melawan, akan ada lebih banyak lagi yang datang." ucap Shirohige.

Dari sana Oden makin belajar banyak mengenai dunia.

"Jadi ada organisasi yang pengaruhnya seluas itu di dunia ini ya? Mereka pasti punya orang-orang berkekuatan gila juga di sana.."

"Yah begitulah, kau akan semakin paham soal itu semakin lama kita berlayar mengelilingi dunia.." ucap Shirohige. "Kau akan terkejut, mengingat selama ini kau berada di Wano yang mana masih bebas.."

Bertahun-tahun berlalu. Saat ini, 28 tahun yang lalu, di tahun kedua Oden berlayar di lautan...

"Anaknya lahir!!!"

Seorang bayi laki-laki terlahir di kapal Oro Jackson.

"Bagiamana kalau kita namai Tamago!!"
"Kombu saja!!"
"Chikuwa!!"
"Tsukune!!"

Kru Shirohige sibuk merekomendasikan nama.
"Oi oi sudah, anak ini perlu nama yang lebih bagus dari itu!!" ucap Oden. "Sebuah nama yang akan membuatnya menjadi anak yang tak terkalahkan!! Putraku, namamu adalah... Kozuki Momonosuke!!"

Oden mengangkat tinggi-tinggi bayinya.


Izo memperlihatkan selembar poster buronan pada Oden. "Tuan Oden, sekarang anda sudah menjadi buronan. Anda menjadi seorang kriminal. Demi Nona Toki dan Tuan Momonosuke, bukankah sebaiknya anda segera kembali ke Wano?"

"Izo... Aku masih belum menemukan jawaban yang aku cari." ucap Oden.
"Kami akan baik-baik saja.." ucap Toki.

Nekomamushi dan Inuarashi tampak sedang membaca koran.

"Padahal mereka mempunyai alat penyebar informasi seperti koran ini, tapi sama sekali tidak ada berita soal Wano di sini. Kuharap Kin dan yang lain baik-baik saja." ucap Nekomamushi.
"Tidak mungkin ada informasi yang bocor keluar dari negeri itu. Sama seperti Zou." ucap Inuarashi.

Semakin lama Kelompok Shirohige semakin berkembang, sampai akhirnya sang kapten memutuskan untuk membentuk sistem divisi.

"Kau ingin menunjuk kapten-kapten divisi?" Oden bertanya.
"Kru kita semakin bertambah, jadi bagaimana kalau kita bagi saja kelompok kita menjadi lima divisi."

"Ide yang bagus!!"
"Aku mau jadi kapten divisi!!"
"Aku juga!!"

"Kau kutunjuk jadi kapten divisi dua!!"
"Eh, aku tidak terlalu tertarik..." ucap Oden. "Maksudku..."
"Harus mau!!" ucap Shirohige.


Dan jumlah mereka terus bertambah. Suatu hari di dekat pelabuhan.. Shirohige bertemu seorang bocah.

"Kumohon!! Aku tidak punya tempat lain untuk pergi!!"
"Siapa nanamu, nak?"

"Teach!!"
"Yasudah, ayo naik ke kapal!!"

Marshal D Teach bergabung dengan kapal Shirohige.


Dari waktu ke waktu, orang-orang berdatangan ke kapal. Anak terlantar masuk satu demi satu. Tapi tak peduli seberapa jauh mereka berlayar, Oden masih merasa belum melihat cukup banyak. Ia masih tidak punya sedikit pun petunjuk mengenai cara untuk mengakhiri petualangannya itu.

"Kau lihat itu!? Ada sesuatu terbang di sana!!" Oden dengan penuh semangat berlari masuk ke dalam pulau asing.
"Kapten!! Oi!! Pertama-tama kita harus mengintai tempatnya dulu!!"

Sementara itu di Wano... Sebuah kejadian besar terjadi. Cukup besar sampai para Daimyou dari tiap desa dipanggil ke Ibukota Bunga. "Shogun sakit parah!!"

"Aku ingin... Oden menggantikanku sebagai Shogun berikutnya.."
"Tentu saja, Tuan Sukiyaki!!"


"Tapi karena Oden saat ini tidak berada di sini, dan jika waktuku sudah tiba, aku ingin menunjuk seorang pengganti sementara sampai Oden kembali. Aku akan menunjuk... Pria yang sudah dianggap oleh Oden sebagai adik kandungnya sendiri, Orochi Kurozumi.."

Shogun menunjuk Orochi.

"Orochi!? Kenapa dia ada di sini?" Yosuie kaget. "Dianggap sebagai adik sendiri?" ia tidak paham tapi tidak mengungkapkannya.

Sementara Orochi, dengan tegas ia berdiri di hadapan Shogun, "Aku menerima dengan senang hati kesempatan ini sekaligus untuk memperbaiki nama keluarga Kurozumi!! Aku akan merasa berhutang budi seumur hidup pada Tuan Sukiyaki dan Tuan Oden karena sudah memberiku kepercayaan ini!! Demi menebus kesalahan-kesalahan bodoh kakekku, aku akan berjuang semampuku untuk menyiapkan singasana yang layak untuk Tuan Oden kelak!!"


Orochi kemudian bersujud, "Aku bersumpah akan menjadi boneka yang setia sampai nanti Tuan Oden kembali, mohon bimbingannya!!"

Yasuie masih kaget, "Jadi kau ini keturunan Kurozumi, eh? kenapa selama ini menyembunyikannya.."

Ia tidak menyangka kalau anak yang dipungutnya adalah keturunan Kurozomi.
"Ah, iya, maafkan aku.." ucap Orochi sambil tersenyum.

"Maafkan aku.." ucapnya lagi dalam hati.

Sebelumnya di hari badai ketika tanah diguyur hujan, Orochi kecil gembel didatangi oleh seorang nenek-nenek tua berpakaian mengerikan. "Kauuuu...!!! Kauu... Kau akan menjadi Shogun!!" ucapnya, memberi sebuah ramalan. "Nikyokyokyokyo!!" lalu tertawa.

"Kau membuatku takut, nenek tua!! Jangan menakutiku begitu!!" ucap Orochi. "Dan lagipula, kau ini siapa!?"


Nenek berpenampilan menyeramkan itu berkata pada Orochi, "Apa kau tidak tahu cerita mengenai kakekmu!?"

"Tidak terlalu tahu, yang kutahu hanya dia melakukan harakiri.." ucap Orochi.
"Salah!! Kakekmu dibunuh oleh Keluarga Kozuki!!"

"Tapi... Dia memang melakukan kejahatan, kan!"

"Apanya yang jahat dari berusaha meraih kekuasaan!? Mereka yang berada di atas menulis hukum sesuai kemauan mereka. Kejahatan ditentukan seenaknya!! Shogun Kozuki yang sebelumnya, ia tak mampu memperoleh keturunan untuk menjadi pewarisnya.."

Nenek itu menceritakan kisah masa lalu.

"Lima keluarga Daimyou yang melayani Kozuki menjadi tidak tenang. Shimotsuki, Kurozumi, Uzuki, Amatsuki, Fugetsu. Mereka bertanya-tanya siapakah yang akan menjadi shogun berikutnya!! Dan masing-masing merasa pantas untuk menjadi pengganti Kakekmu membuat suatu persiapan. Diam-diam. Persiapan untuk meracuni daimyou-daimyou lain yang menghalangi jalannya!!"

"Satu per satu dari mereka berhasil disingkirkan, dan shogun menjadi semakin sakit. Rencana yang dibuat hampir berhasil!! Tapi sesaat sebelum dunia berhasil digenggam, anak itu lahir!! Seorang pewaris, Sukiyaki Kozuki!! terkutuklah Sukiyaki!! Dan tidak hanya tidak berhasil meraih tahta Wano, rencana ini juga ketahuan!! Kakekmu lalu dipaksa melakukan hara kiri, dan keluargamu dibubarkan!! Tanah, kastil, statusnya, semua dirampas!!"

"Tanpa memiliki apa-apa lagi, nama Kurozumi dicaci orang-orang, dan kalian jadi gelantungan di jalanan!! Jadi siapa yang pantas disalahkan atas nasib malangmu sekarang ini!?"

"Anak itu... Sukiyaki Kozuki!!" ucap Orochi. Kebencian mulai tumbuh dalam dirinya.

"Benar!! Kalau saja dia tidak terlahir, suatu hari kau akan bisa jadi Shogun!!"
"Aku..."

"Ya!! Maka terkutuklah Sukiyaki!!" ucap nenek itu.

"Nenek, apa kau seorang Kurozu-"
"Tidak penting aku siapa!! Aku telah ada di dunia ini selalu bertahun-tahun, menjalani perbudakan panjang dan menyakitkan.. Lihat wajahku!!"

Tiba-tiba wajah nenek itu berubah menjadi perempuan cantik, dan kemudian bahkan menjadi mirip dengan Orochi.

"Eeeh!?? Itu wajahku!!"


"Ini adalah kekuatan dari buah bernama Mane Mane no Mi. Kalau kau mendengar kata-kataku, aku akan memberimu kekuatan, sebuah kekuatan yang akan menjadikanmu seorang Shogun!!"

"Aku akan melakukan apa saja!!" ucap Orochi.

"Kumpulkan uang. Ciptakan senjata. Pengerajin-pengerajin Wano sangat hebat, kemampuan itu bisa menjadi pendukung yang bagus untukmu.."

Selanjutnya Orochi memulai rencana liciknya. Mulai dari mengunjungi Hakumai dan mendatangi Tuan Yasuie..

"Namaku Orochi. Semua keluargaku meninggal karena penyakit, dan.."
"Aku turut berduka cita, baiklah kau boleh bekerja di sini.."

Orochi pun bekerja di sana. Tapi kemudian, ia mendadak menghilang.
"Orochi menghilang!?"

"Iya, dan mungkin saja ini kebetulan, tapi... Uang dan harta di penyimpanan kita juga hilang!!"

Orochi selanjutnya pergi ke Kuri. Dan di sana pun ia berusaha mengumpulkan uang.

"Kau ini kan anak di kastilnya Yasu?" Oden berkata.
"Iya, namaku Orochi.. Aku tidak berani lagi meminta pada Yasuie, yang sudah terlalu banyak berjasa untukku, tapi... Aku perlu uang.."

"Baiklah, aku paham.." Oden pun meminjaminya uang.

Tak lama, Orochi meminta lagi.
"Kumohon, aku perlu uang!!"
"Lagi!?"

"Kumohon, aku perlu uang!!"
"Lagi!!!???"

"Aku pasti akan mengembalikannya nanti, tapi kumohon, aku perlu uang lagi.."

Denjirou lama-lama terlihat kesal pada Oden, "Tuan Oden!!"
Tapi Oden santai saja, "Dia janji kali ini akan menggantinya.."

Sudah punya cukup banyak uang dan mungkin pendukung-pendukung yang cukup, Orochi lalu pergi ke kastil ibukota.

"Oden? Kenapa kau tiba-tiba datang kemari? Kau bahkan datang tanpa membawa satupun ajudanmu.."

Oden datang hanya dengan membawa Orochi.
"Aku ingin kau menjaga anak ini!! Dia bisa bekerja dengan baik, dan bahkan bisa membuat obat-obatan. Aku sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri.."

Dan begitulah, Oden menitipkan Orochi pada ayahnya. Tapi bukan Oden asli, ternyata ia adalah si nenek yang menyamar menggunakan kekuatan buah iblisnya.

Dan seperti itulah, Orochi terus merangkak naik mengejar kekuasaan sampai akhirnya ia berhasil mencapainya. Shogun Sukiyaki wafat dan Orochi menggantikannya. Nenek itu bahkan sempat menyamar sebagai Shogun Sukiyaki, tertawa-tawa memperagakan kembali penunjukan Orochi sebagai pengganti.


Di tahun keempat pelayaran Oden...

"Ada apa ini!? Ikan-ikan di lautan tampak gusar!! Apa ini tanda-tanda datangnya bencana!?"
"Mereka bergerak menjauhi pulau itu, Shirohige!!" Oden menunjuk sebuah pulau.

"Begitu rupanya..."

"Apa di pulau itu ada semacam monster sampai ikan-ikannya takut?"
"Marco!! Coba kau lihat ke sana!!"

"Tidak mau, lebih seru kalau kita tidak tahu dan langsung ke sana!!" ucap Marco, dan kini sudah terlihat jelas menggunakan kekuatan phoenixnya.

Momonosuke juga menangis, begitu pula dengan adiknya yang sudah lahir, Hiyori.
"Sudah sudah, tenanglah Hiyori, Momonosuke.."

Di pulau itu, bahkan hewan-hewan liarnya pun berlari-lari seperti ketakutan.
"Eeh!?"

"Ini pasti bercanda!! Bahkan hewan-hewan liar ini pun berlarian!!"
"Ada apa sebenarnya di dalam pulau ini!?"

Di dalam pulau itu, sebuah pertarungan baru saja berakhir. Angkatan laut dibantai baru saja dibantai habis:

"Sana hubungi Garp atau Sengoku!! Kalian ini payah, membosankan.."

Kelompok Bajak Laut Gol D Roger.


Dari atas bukit, Buggy melapor. "Kapten!! Kapten Roger!! Kapal Shirohige berlabuh di pulau ini!!"

"Hah, padahal kita baru saja selesai bertarung.." ucap Reyleigh.
"Shirohige? Sudah lama tidak bertemu.." ucap Roger.

"Ehehe.." Shanks tertawa.

"Burung-burungnya, mereka beterbangan ke pantai.."

"Yosh baiklah!! Kalau begitu mari kita bersenang-senang!!" ucap Roger. "Pertarungan sampai mati!! Karena kita berdua sama-sama hidup!! Lagipula waktuku sudah tidak banyak lagi.. Ini mungkin akan jadi terakhir kali kita bertemu, Shirohige!!"

Thursday, January 17, 2019

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 930 - Kota Ebisu

Mari kita putar sejenak jam ke belakang, ini adalah kota yang hidup dari sisa-sia Ibukota Bunga, Kota Ebisu. Di sini meski orang-orangnya miskin, kelaparan, hidup dengan berbagai kekurangan, mereka selalu saja tersenyum dan tertawa.

Thursday, December 27, 2018

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 929 - Kurozumi Orochi, Shogun Negeri Wano

Negeri Wano, Ibukota Bunga

Seorang bos marah-marah pada anak buahnya karena bolos kerja. Bos tukang kayu marah pada Franky. "Aku tahu oiran itu memang sangat populer, tapi bukan berarti kau bisa seenaknya bolos kerja, Fra-Boy!!"

Thursday, December 20, 2018

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 928 part 2

Sebelumnya: Versi Teks One Piece Chapter 928

Kemudian beralih ke Ibukota Bunga, iring-iringan Komurasaki sang oiran masih berlangsung. Ramai sekali, orang-orang berjejer rapi di pinggir jalan. Tampak juga Franky, Sanji, dan Usopp di antara kerumunan.
thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 928 - Kemunculan Sang Oiran Komurasaki

Di Tambang, para tawanan seperti biasa masih dipekerjakan secara paksa. Bedanya, kini mereka punya harapan. Masih teringat kejadian kemarin, ketika Luffy dan Kid bertindak heroik dengan mempermalukan penjaga.

Thursday, December 6, 2018

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 927 - O-Toko si Pelayan

Baca versi komik Bahasa Indonesia di:
Komik One Piece Chapter 927 Bahasa Indonesia

Negeri Wano, Ibukota Bunga

"Soba Spesial...!! Soba Spesial Sangoro...!!"

Di kedai Sanji, tiga anggota Topi Jerami akhirnya tampak berkumpul. Robin, Franky, Usopp, mereka berkumpul sambil makan mi soba dan bercakap-cakap di kedai itu.


"Ada kabar mengenai Luffy?" Robin bertanya.

"Dia ada di pulau yang berebda, jadi kurasa dia tak akan datang tepat waktu saat pertarungan terjadi.." ucap Franky.

Friday, November 30, 2018

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 926 - Tambang Tahanan

Wano, Ibu Kota Bunga

Koran beredar bagai keperluan pokok di negeri. Dan hari ini, yang menjadi topik utama adalah lagi-lagi kemunculan para samurai yang telah dianggap mati itu.

"Ada penampakan lagi!!"
"Hantu itu muncul lagi!!"
"Aku akan menghantuimuuu Huuu..."

Sampai-sampai menjadi bahan candaan. Dan tak hanya itu, ada juga berita lain yang tak kalah mengerikan. "Kabar lain, pembunuh jalanan kembali beraksi di Jalan Nomor 8 Distrik 2. Seperti yang mungkin sudah kalian tahu, pelakunya tak lain adalah Kamazou si Pembunuh!! Meski ia telah menjadi buronan di seluruh negeri, namun ia masih belum juga tertangkap!!"


Lalu ada juga berita lain mengenai sosok yang kerap mencuri di malam hari. "Kabar lainnya, si pemuda penyihir kembali beraksi subuh-subuh!! Dia mencuri dari yang kaya lalu membagi-bagikannya ke yang miskin!!"

"Siapa orang ini sebenarnya!? Dia jahat atau baik!?"
"Kyaaa!!! Pemuda Penyihir!!"

Friday, November 23, 2018

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 925 - Kosong

Cerita berpindah fokus jauh ke sisi lain Grand Line, tempat di mana kastil Mihawk berada, reruntuhan Kerajaan Shikkearu...

"Gyaah!!"

Perona menjerit sambil meneteskan air mata. Ia terharu. Perona meneteskan air mata berita ketika membaca sebuah berita di surat kabar. "Master Moriah masih hidup!!!"

Sunday, November 18, 2018

thumbnail

Versi Teks One Piece Chapter 24 - Hal Yang Tak Bisa Dipungkiri

Tiga anak-anak kru bajak laut Usopp itu mengendap-endap di tembok rumah makan tempat Luffy dan yang lainnya berada.

"Hei Tamanegi, apa benar para bajak laut itu pergi ke sini?"
"Ya, aku melihatnya! Mereka menangkap Kapten Usopp dan membawanya kemari!! Kita harus menolongnya!!" ucap Tamanegi, anak berkacamata.

"Tapi, bajak laut sungguhan itu sangat kejam, mungkin saja mereka sudah memakannya!" ucap Ninjin, anak laki-laki yang matanya tertutup rambut.

"Bodoh! Yang makan orang itu nenek sihir! Ninjin, ini akan jadi pertarungan terbesar kita sejak membentuk Kelompok Bajak Laut Usopp ini!!"

Versi Teks One Piece Chapter 24 - YonkouTerkuat

Akhirnya, mereka bertiga memberanikan diri, meski terlihat wajah mereka berkeringat, mereka dengan tegas membuka pintu kedai itu dan langsung berteriak, "Kami adalah Kelompok Bajak Laut Usopp!!!"

"Eh?" Luffy kaget.
"Apa lagi ini?"

"Entahlah, aku tak kenal dengan mereka.." ucap Luffy sambil minum secangkir... Entahlah apa yang diminumnya.

Versi Teks One Piece Chapter 24 - YonkouTerkuat

"Hei, kapten tidak ada di sini.." ucap Ninjin.
"Apa mereka... Sudah memakannya!?" Tamanegi syok.

"Hei bajak laut!!!" mereka pun menghampiri Luffy sambil mengangkat tinggi-tinggi pedang mainan yang mereka bawa. "Apa yang sudah kalian lakukan pada Kapten Usopp kami!? Kembalikan Kapten Usopp!!"

Versi Teks One Piece Chapter 24 - YonkouTerkuat

"Waah, tadi itu dagingnya enak sekali.." ucap Luffy.
"Da-Daging!?" anak-anak itu makin syok, "Di... Dia benar-benar memakan Kapten!?"

Nami menyadarinya, ia sadar kalau anak-anak itu salah paham, namun dia hanya tertawa kecil. Zoro yang juga menyadari itu malah makin menakut-nakuti mereka..

"Kapten kalian..."
"A-Apa yang sudah kau lakukan!?"

"Kami baru saja... Memakan mereka..." ucap Zoro dengan tatapan yang mengerikan.
"Gyaaaaaaa!!! Nenek sihir!!!!!!" anak-anak itu langsung melotot ke arah Nami.

"Kenapa malah melihatku!?" bentak Nami. Anak-anak itu pun pingsan.
"Kenapa kau mengatakan hal aneh seperti itu pada mereka!?" Nami membentak Zoro.

"Hahaha!!!" Zoro hanya tertawa.