Wednesday, November 2, 2016

Versi Teks One Piece Chapter 845

Di tempat itu, tempat terakhir Luffy berpisah dengan Sanji, ia masih tetap berbaring menunggu. Sama persis dengan kata-katanya. Bahwa Luffy tak akan pergi ke mana-mana, tetap diam di wilayah yang tentu saja berbahaya itu.

Nami bukannya diam saja, secara tidak langsung ia menyarankan supaya kaptennya itu pergi tapi Luffy tidak mau.

"Apa kau benar-benar akan tetap diam di sini?" Nami bertanya, "kau tahu kan, di sini wilayah kekuasaan musuh..."

"Aku akan menunggu.." Luffy berkata.

One Piece Chapter 845
"Pound sudah memberitahu kita kan konsekuensi yang harus kita terima setelah mengalahkan salah satu dari tiga komandan Big Mom... Kita akan dibunuh oleh pasukan mereka. Kalau menunggu di sini, musuh pasti akan datang... Dan Sanji mungkin tidak akan pernah kembali lagi..."

"Dia akan kembali.." Luffy tetap percaya.
"Aku akan menunggunya di sini..."

Sesuatu kemudian terjadi. Secara tiba-tiba, cuaca tempat itu berubah. Mendadak awan gelap menyelimuti tempat itu, terutama bukit tempat kastil Big Mom berada...

"Ah!! Mendadak awannya gelap!!"

One Piece Chapter 845
"Aaah...." King Baum tampak ketakutan.
"Ada apa, King Baum!?"

"Bukit itu adalah tempat BIg Mom tinggal!! Dia pasti sangat marah!!!" ucap King Baum.
"Benarkah!?"

Dan Nami teringat akan penjelasan King Baum, bahwa Big Mom memiliki kekuatan yang memungkinkannya untuk mengendalikan cuaca.

"Tak bisa kubayangkan kekuatan seperti itu dimiliki oleh seorang wanita!!"

One Piece Chapter 845
Kota Madu, salah satu kota di Whole Cake Island, para penduduknya menatap ke angkasa, ke arah mahkluk bewujud awan petir dan matahari..

"Tuan Prometheus dan Tuan Zeus bergerak..."
"Mama pasti sedang sangat marah!!"

One Piece Chapter 845
Tak hanya dua mahkluk itu, pasukan pun telah disiapkan untuk menyerbu Luffy.
"Pasukan telah berkumpul untuk membalaskan dendam Tuan Cracker!!"
"Ayo cepat menjauh!! Pasukan Kemarahan datang!!!"

Bersamaan dengan keluarnya pasukan itu, rombongan Vinsmoke sampai di depan kastil.
"Kelihatannya orang-orang ini akan pergi menuju Topi Jerami dan membunuhnya..." ucap Niji, yang duduk di sebelah Sanji.

Sanji diam saja.
"Dia bilang dia akan terus menunggumu di sana sampai kau kembali loh.." ucap Yonji.

One Piece Chapter 845
"Nasibnya buruk sekali..."

"Tak bisa dipercaya.." ucap warga,
"Debt Collector Bobi, Ghost Wife Amanda, Officer Mondor..."

Tampak banyak sekali orang-orang hebat Big Mom bergerak menuju Luffy.
"Tak bisa kubayangkan berapa jumlah total harga buronan mereka!!"

One Piece Chapter 845
Sanji masih terdiam di dalam kendaraannya, dan ia juga masih tidak lupa dengan perkataan Luffy waktu itu, "Aku tak akan pergi ke mana-mana sampai kau kembali!!"

Saudara-saudara Sanji masih saja menertawakan Luffy.
"Si Topi Jerami pasti akan lari terbirit-birit saat melihat pasukan sebanyak itu, Hahaha!"

One Piece Chapter 845
Bersamaan dengan datangnya Pasukan Kemarahan Big Mom, hujan turun. Luffy diguyur hujan namun ia tetap tidak berpindah sedikit pun dari tempatnya.

Bukan hujan biasanya, hujannya terasa manis.
"Apa ini? Hujan manis?" Nami bertanya-tanya.

"Meski hujannya manis, aku tidak akan memakannya, aku hanya makan masakan Sanji.." ucap Luffy.

One Piece Chapter 845
Di istananya, Big Mom tampak sedang melihat-lihat persiapan pestaya.
Seorang gadis kecil menghampirinya, "Mama!! Mama!! Para koki tidak mau meminjamiku pisau untuk memotong bonekanya..."

"Tanpa pisau aku tidak bisa melakukan apa-apa..."
"Doerche, berikan dia pisau dapurnya.."

"Tapi Mama, kalau aku meminjaminya pisau, Nana akan memotong semua balon kita..."
"Kau benar, nanti akan kumarahi dia..."

"Bukannya kita tak boleh bicara seperti itu di hadapan Mama.."

One Piece Chapter 845
"Hahaha, kita semua memiliki banyak orang untuk dibunuh, kalian memang benar-benar anak-anakku.." Big Mom tertawa. "Pernikahan Pudding saudara kalian akan dilaksanakan besok!! Ayo temui calon suaminya!!"

One Piece Chapter 845
Setelahnya, pesta pun diadakan. Keluarga Vinsmoke telah sampai di tempat itu, dan saat ini mereka semua sudah duduk satu meja bersama Big Mom untuk makan-makan.

"Mamamama, selamat datang! Germa 66!! Maaf aku terlambat, ada masalah kecil saat aku berjalan ke sini..." ucap Big Mom.

"Kudengar calon suami Pudding adalah seorang koki? Pas sekali..." Big Mom berkata, "Tapi kalaupun tidak cocok, siapa yang peduli. Selama bisnis kita berjalan lancar, Mamama..."

"Ya, benar sekali, tapi akan lebih bagus kalau mereka berdua hidup bahagia.." ucap Judge, ayah Sanji.

One Piece Chapter 845
Vinsmoke Judge lalu mengangkat minumanya, "Demi pernikahan indah besok..."

Sanji diam saja, memandangi botol-botol bumbu hidup yang bernyanyi-nyanyi di atas meja di hadapannya.

Bahkan makanannya pun bisa bicara. Mereka hidup sambil bernyanyi, "Makan aku, makan aku dulu..."

"Madu... Madu..."
"Aku rasanya manis..."

One Piece Chapter 845
"Sosis..."
"Kubis..."
"Sosis..."

"Aku pan cake, ayo dimakan..."

"Kalian bisa diam tidak sih?" Sanji tampak kesal.
"M-Makan-makan haruslah senang...!!" ucap makanan.

One Piece Chapter 845
"S-Sanji-kun..."

Diam-diam Pudding menyerahkan selembar surat pada Sanji, isinya bahwa ia ingin setelah acara makan-makan ini, Sanji menemuinya untuk membicarakan sesuatu berdua.
Beralih ke tempat Luffy, pasukan Big Mom semakin mendekat. Dari sana, di kejauhan sudah terlihat jumlah mereka yang begitu banyak.

"Oh tidak!!" King Baum ketakutan.

"Luffy!! Ayo sembunyi!!"
"Tidak akan!!" Luffy bersikeras. "Sanji mungkin tak akan melihat kita kalau nanti dia kembali ke sini!! Kau saja yang sembunyi, serahkan mereka padaku!!"

One Piece Chapter 845
"Jangan bodoh, Luffy!! Kau paham kan kalau tempat ini adalah wilayah kekuasaan Big Mom!?"

Musuh semakin mendekat. Suara teriakan mereka bahkan sudah terdengar dari kejauhan, "Itu dia si Topi Jerami!!"

"Mustahil kita bisa menang," ucap Nami, "Mereka terlalu banyak!!"
"Sudah ada janji antara aku dan Sanji, aku tidak akan pergi ke mana pun!!"

One Piece Chapter 845
Jam menunjukkan pukul 02.00, acara makan-makan telah berakhir, dan saat ini Sanji dan Pudding telah berada di satu ruangan berdua...

Pudding menundukkan kepala, minta maaf, "Maaf, aku tak bisa memenuhi rencana yang kubuat bersama Luffy. Semua ini asalahku..."

"Begitu ya.. Sebelumnya aku bertanya-tanya bagaimana mereka bisa sampai di sini.."

One Piece Chapter 845
"Kalau kau menghawatirkan pernikahan ini, sebagai putrinya, kalau aku memohon mungkin dia akan... Yah, kita hanya harus menghadiri upacara pernikahannya..."

"Ibuku sudah terbiasa dengan pernikahan politik," ucap Pudding lagi, "Dia akan memasangimu gelang bom kalau mencoba untuk kabur. Setelah dipasangi itu, maka tak akan ada kesempatan lagi untuk pergi..."

Sayang sekali, gelang itu sudah terpasang di tangan Sanji.
"Maksudmu bom yang ini, kan?" Sanji memperlihatkan pergelangan tangannya.

"Oh tidak...!!" Pudding kaget.

One Piece Chapter 845
"Kuncinya ada di tangan ibumu, kalau mau mengambilnya, kita harus berhadapan melawan semua anak buahnya..."

"Kau sudah dipasangi gelang itu!?"

"Ya, sejak dari awal.." ucap Sanji.
"Bagaimanapun di pihakku tidak ada yang mendukungku..."

Sanji kemudian membuka topengnya dan memperlihatkan wajah aslinya yang bengkak-bengkak..

One Piece Chapter 845
Pudding tampak benar-benar syok.

"Meski aku juga merupakan salah satu anak dari Keluarga Vinsmoke, bagi mereka aku hanyalah seorang lelaki tak berguna. Aku tak pernah bangga menjadi seorang bangsawan, jadi aku memutuskan untuk pergi berlayar..."

One Piece Chapter 845
"Kalau aku menolak pernikahan ini," ucap sanji, "Aku dan teman-temanku akan dibunuh, dan ayahku yang lain yang ada di East Blue akan dibunuh juga. Aku tidak punya pilihan lain, jadi aku memutuskan untuk menyerah saja, dan berharap Big Mom mau mengampuni teman-temanku kalau aku memintanya..."

"Maaf!!" Pudding sampai menangis, "Ibuku sudah bertindak terlalu jauh pada kalian!!"

"Jangan menangis, Pudding, kau tidak perlu minta maaf..." Sanji mendekatinya. "Sampai 13 tahun yang lalu, aku terus hidup di dalam neraka. Saat ini aku akan kembali ke neraka itu, yah itu bukan masalah besar... Setidaknya selama 13 tahun ini aku sudah merasakan bahagia.."

One Piece Chapter 845
"Teman-teman yang kutemui selama 13 tahun ini sangat berharga bagiku.. Jadi sebelum aku menghilang, aku tidak mau menyakiti mereka..."

Sanji menunduk kemudian berkata, "Petualanganku telah berakhir..."

One Piece Chapter 845
Pudding jadi semakin sedih, makin menangis.
"Kumohon jangan menangis lagi.." Sanji menenangkannya, "Aku tak bisa melihat seorang gadis menangis di hadapanku..."

Pudding berusaha untuk mengusap air matanya, lalu berkata dengan tegas di hadapan Sanji, "Tak akan kubiarkan pernikahan kita berubah menjadi neraka!!"

One Piece Chapter 845
Sanji terdiam...

"Aaah...!! Bilang apa sih aku tadi!!!" Pudding malah salah tingkah, "Bagimu tentu saja ini tetap akan menjadi neraka!! Ah, tidak seharusnya aku berusaha menghibur begitu!! Maafkan aku!! Aku minta maaf!! Kita bahkan baru kenal dua hari!!"

Sementara di sisi Luffy, ia telah memulai pertarungannya dengan pasukan Big Mom.

"Aaah!!" Pudding menutupi wajahnya, "Baru kenal dua hari mana mungkin aku bisa menyembuhkan luka di hatimu secepat itu!!"

One Piece Chapter 845
"Apalagi..." ucap Pudding, "Kau tidak benar-benar ingin menikahiku, kan..."

Sanji sempat terdiam, kemudian mendekati Pudding dan memeluknya, "Kau adalah penyelamatku..." ia berkata.

"Sanji-kun..."

Sanji lalu berkata lagi,
"Kalau tidak keberatan, menikahlah denganku besok.."

One Piece Chapter 845

sumber: Versi Teks dan Cerita Karangan - VersiTeks.com