Wednesday, November 2, 2016

Versi Teks One Piece Chapter 844

"Apa maksudmu, Sanji!?"

Luffy masih benar-benar tak habis pikir dengan sikap Sanji.

"Kembalilah, itu yang kumaksud.." ucap Sanji.

One Piece Chapter 844
"Apa kalian masih belum mengerti juga? Aku sangat tersentuh kalian mencariku jauh-jauh ke sini, tapi sayang sekali hal itu tidak perlu.."

Sanji turun dari keretanya dan melangkah mendekati Luffy.

"Dibanding kalian kelompok bajak laut kecil dan miskin, Big Mom adalah kelompok bajak laut yang kuat dan kaya, ialah pilihan terbaik yang kumiliki!! Bagiku, inilah yang disebut kebahagiaan. Dan lagipula, aku ragu kau bisa menjadi Raja Bajak Laut!!"

One Piece Chapter 844
"Berhenti bicara omong kosong!!" Nami membentak, "Kalau begitu kenapa kau tidak mengatakannya dari awal!?"

"Jadi dengan kata lain..." ucap Luffy, "Selama ini kau telah berbohong?"

One Piece Chapter 844
"Ya! Sejak awal aku memang sudah memandang rendah kalian!!" ucap Sanji dan kemudian bersiap untuk menyerang.

Tak tanggung-tanggung, Sanji mengeluarkan kemampuannya, melapisi kakinya dengan kobaran api.

"Aku tahu pasti sulit bagimu untuk menerima kenyataan ini, jadi akan kubuat tubuhmu merasakan rasa sakitnya. Bertarunglah melawanku!!"

One Piece Chapter 844
Prajurit Germa kaget, "Kilatan cahaya apa itu!?"
"Api!?"

Sanji melesat menyerang dengan tekniknya itu.
Tak tanggung-tanggung, tanpa perasaan ragu sama sekali.

One Piece Chapter 844
Tendangan Sanji mengenai tepat wajah Luffy, tendangan keras dan membara dari kaki yang berlais api. Luffy sama sekali tak berniat untuk menahan apalagi membalasnya. Serangan itu benar-benar tepat mengenai mukanya.

Nami sampai ternganga.

Luffy kemudian terlempar, terhempas jauh ke belakang tapi ia masih tetap berdiri. Sanji kaget.

One Piece Chapter 844
Hidung Luffy berdarah, dan satu giginya bahkan patah oleh tendangan tadi. Tapi Luffy tidak melawan.

"Kenapa kau tidak melawan balik.." Sanji bertanya.

"Musuhnya adalah kau... aku tak mau melawan!!" ucap Luffy.
"Kalau begitu pergi saja dari hadapanku!!"

"Aku juga tidak mau pergi!!"
"Kalian memang orang-orang bodoh!!" Sanji menyerang lagi.

One Piece Chapter 844
Tendangan Sanji mengenai pipi Luffy, mementalkannya lagi. Tapi lagi-lagi, Luffy berdiri.

"Berhenti, Sanji!!" Nami berteriak dari atas King Baum, "Kami hanya ingin mengajakmu kembali!! Luffy terus bertarung melawan musuh sepanjang hari untuk menemuimu di sini!!"

"Jangan ikut campur!!" Luffy memotong perkataan Nami tanpa menoleh, tetap memandang ke arah Sanji dan berkata, "Ini adalah duel.."

One Piece Chapter 844
"Duel apanya!?" Sanji kembali menyerang Luffy dengan tedangannya. Kali ini dengan keras mengenai pinggang kiri, lalu perut, lalu dari bawah dagu hingga kepala. Luffy dihajar habis.

Ironis karena meski Luffy menyebut duel, ini lebih layak dianggap sebagai pertarungan sepihak...

"Enyahlah kau dari hadapanku!! Cepat pergi sana!!"

Luffy dihajar habis namun ia masih tetap berdiri tergar, tak peduli sebanyak apa pun luka yang telah diterimanya.

One Piece Chapter 844
Sanji kembali menyerang, menendang Luffy hingga membuatnya terlempar dan menabrak hancur bebatuan yang ada jauh di belakang.

Kemudian bahkan sebelum Luffy benar-benar bangkit kembali, Sanji melompat tinggi ke udara, dan menyiapkan tendangan memutar dari atas sana.

"!!" Nami berteriak, air matanya menetes tanpa henti.

Dan Luffy tetap berusaha untuk bertahan, "!!!"

One Piece Chapter 844
Sanji makin dekat, memutar dan makin dekat, sementara Luffy tetap tak bergeming sama sekali. Seolah menunggu serangan Sanji.

"Sudah cukup, Sanji!!" Nami berteriak sampai menangis, "Kami akan pergi!! Sudah cukup!!"

Sanji pun sebenarnya berat, namun sebisa mungkin ia berusaha untuk melakukannya. Sepintas terlintas kata-kata Luffy sambil tersenyum padanya, "Kau koki yang hebat, bergabung saja dengan kami..."

Tapi bagaimanapun Sanji harus melakukannya.
Sanji menyerang. Baaammm!!! Tendangan Sanji mengenai kepala Luffy dengan sangat keras.

One Piece Chapter 844
Luffy pada akhirnya tak mampu bertahan lagi. Dengan semua luka yang telah diterimanya, lalu serangan tadi, akhirnya ia ambruk. Luffy terjatuh dan terkapar di atas tanah.

Sanji pun berjalan menjauh, pergi, sementara keluarga Vinsmoke dan pasukan mereka tetap menyaksikan.

"Kekuatan yang luar biasa.." ucap salah seorang prajurit Vinsmoke.
"Itulah seorang Vinsmoke.." ucap yang lain.

Dan Sanji masih memperlihatkan tatapan dingin.

One Piece Chapter 844
"Sanji, Tunggu!!!"

Nami berjalan menghampiri Sanji. Kemudian saat Sanji menoleh, telapak tangan Nami langsung mendarat kencang di pipinya.

Nami menampar Sanji, keras sekali, namun Sanji tak berkomentar apa-apa.

One Piece Chapter 844
Air mata Nami masih tampak menggenang, dengan perasaan campur aduk ia berkata pada Sanji, "Selamat tinggal, maaf kami sudah menghawatirkanmu.."

Sanji memalingkan wajahnya, tidak mengatakan apa pun. Ayahnya lalu berkata, "Akhirnya kau memutuskan hubunganmu dengan orang-orang rendah itu..."

"Maaf sudah membuatmu menunggu.."
Sanji pun naik kembali ke kereta kucing keluarganya.

One Piece Chapter 844
Kereta berangkat, dan kemudian dalam kondisi luka parah Luffy bangkit kembali...
Luffy berusaha untuk bangun dan kemudian berteriak, "!!!"

Di atas kereta, Sanji menutupi wajahnya, berusaha untuk tidak mendengarnya, namun teriakan Luffy semakin keras. Luffy berdiri dan terus berteriak ke arah kereta yang semakin menjauh itu, "Tunggu!! Sanji!!!!!"

One Piece Chapter 844
"Apa yang kau katakan, aku tahu itu tak benar-benar datang dari hatimu!!!" Luffy terus berteriak, "Kau pikir aku mau mendengarnya begitu saja!? Jangan bercanda!!"

"Tak peduli berapa kali pun kau menendangku, yang merasa sakit adalah hatimu!!"

Sanji terus menutupi wajahnya. Air mata menetes dengan sangat deras.
Sanji menangis. Sebisa mungkin ia menyembunyikannya tapi itu mustahil.

Perasaan Sanji kacau.

One Piece Chapter 844
Nami mendekati Luffy, "Tinggalkan saja dia, Luffy, dia tidak akan mendengarkan kita lagi.."
"Diam!!" ucap Luffy.

Di sebelahnya, Reiju bertanya pada Sanji, "Mau berhenti dulu?"
"Terus jalan.." Sanji menjawab.

Luffy teringat kata-kata Sanji, kata-kata tulus dengan senyuman, "Apa kau pernah dengar tentang All Blue?"
Dan Luffy tetap mempercayainya.

"Perjalanan kita masih terus berlanjut!!" Luffy berteriak lagi, "Aku tidak akan ke mana-mana dan menunggumu di sini!! Kalau kau tak kembali, lebih baik aku mati kelaparan!! Kaulah koki kami!! Aku hanya memakan masakanmu!!"

Sanji semakin tak bisa menahan perasaannya.

One Piece Chapter 844
"Aku tak peduli meski aku kelaparan!!!" teriak Luffy lagi. "Tak peduli meski hujan deras, aku tidak akan pergi ke mana-mana!!Kau harus kembali, Sanji!!"

Berbeda dengan Sanji yang terus meneteskan air mata, meneteskannya deras, saudaranya yang lain tertawa terbahak-bahak.

Kereta semakin jauh namun teriaka Luffy semakin terdengar keras,
"Tanpamu... Aku tak akan bisa menjadi Raja Bajak Laut!!!"

sumber: Versi Teks dan Cerita Karangan - VersiTeks.com