Thursday, June 23, 2016

Versi Teks One Piece Chapter 830

Sebelum menemui Big Mom, Jinbe telah membahas prihal keinginannya untuk keluar dari kelompok Big Mom dengan anggota bajak laut manusia ikan.

"Topi Jerami adalah pria yang cepat atau lambat akan mengubah dunia!!" ucap Jinbe pada anggotanya. "Dia mungkin masih sedikit terlalu muda... Tapi aku sangat yakin kalau yang akan menguasai lautan suatu hari nanti bukanlah salah satu dari keempat Yonkou, tapi Luffy si Topi Jerami!!"

Semua anggota bajak laut manusia ikan berkumpul untuk mendengarkan Jinbe, termasuk Wadatsume si manusia ikan raksasa yang kini telah bergabung dengan kelompoknya.

One Piece Chapter 830
"Aku ingin membantu perjuangannya!!" ucap Jinbe lagi, sambil bersujud dan menunduk seolah memohon pengertian semua anggotanya, "Aku ingin sekapal dengannya dan mengorbankan hidupku ini jika ia membutuhkannya!! Aku juga berpikir kalau tindakan-tindakan kita ini, pada ahirnya, akan bertentangan dengan kebebasan sepenuhnya dari ras manusia ikan!!"

Salah seorang anggota Jinbe kemudian berkata, "Selama dua tahun ini, kau selalu saja menggumamkan nama Luffy, berkali-kali. Kalau niat dan keyakinanmu memang sudah bulat untuk pria itu, aku rasa tak ada alasan bagimu untuk tidak melakukannya..."

"A... Ah! Apa aku membicarakannya sesering itu..." Jinbe malu-malu.

"Fufu, pergi dan ikutilah aspirasimu, Jinbe!!" ucap orang itu lagi, Aladine.
Jinbe kaget. "K-Kalian benar-benar tidak keberatan dengan keinginanku ini...!?"

One Piece Chapter 830
"Kapten, untuk apa kami menentangmu!?" ucap salah seorang anggota Jinbe sambil tersenyum.

"Kau adalah mantan prajurit Tentara Neptunus, lalu membuang pangkatmu untuk menjadi bajak laut, demi untuk bertarung bersama mantan budak Mariejois seperti kami!!"
"Lalu, kau menerima jabatan sebagai Shichibukai hanya untuk meningkatkan status kita para manusia ikan di seluruh dunia!!"

"Dan kami tahu alasanmu bergabung menjadi salah satu kru BIg Mom bukan hanya untuk melindungi kami semua, tapi juga melindungi kerajaan kita menggunakan namanya!!" ucap anggota Jinbe yang lain.

"Kapten, kau selalu membuat keputusan dalam hidup yang menguntungkan orang lain di sekitarmu!!"

One Piece Chapter 830
"Kau tak perlu mengemban beban itu lagi, Jinbe.." ucap Aladine.

"Sekali-sekali berbuatlah sesuai keinginanmu sendiri, Jinbe!!" anggota Jinbe berteriak sambil tersenyum, "Mulai saat ini, tak apa kau mengikuti keinginanmu sendiri dan sedikit egois!!"

Jinbe makin syok, tatapannya menggambarkan betapa tak menyangkanya ia. Mereka semua ternyata mendukungnya sampai sebegitunya.

One Piece Chapter 830
"Ayo Jinbe!!" seru anggotanya.
"Yeah!! Kapten!!"

"Kami bisa mengurus diri kami sendiri, jadi tak perlu khawatir!!"

"A... Aku tak bisa menggambarkan betapa bersyukurnya aku saat ini.." ucap Jinbe.
"Tapi..." salah seorang anggota Jinbe terlihat ragu. "Meskipun kita semua mendukung keputusannya, aku ragu Big Mom akan melepaskannya semudah itu..."

"Kemungkinan terburuknya, kalau dia melampiaskan kemarahannya pada kita, kita hanya perlu kabur seumur hidup! Bwahaha!!"

"Tapi... Bukankah rasanya akan canggung bagi Aladine? Maksudku, dia sudah mengikat hubungan dengan Nona Praline, dan menjadi bagian langsung dari keluarga Big Mom.."

Aladine, wakil kapten Bajak Laut Matahari, ternyata sudah menikah dengan salah satu putri Big Mom, seorang duyung perempuan, Plarine.

One Piece Chapter 830
"Ya ampun..." seseorang tiba-tiba muncul, putri ke-29 Keluarga Charlotte, Charlotte Praline, manusia duyung ikan hiu kepala martil.

"Bukankah kalian juga seharusnya menghawatirkan diriku yang malang ini? Sha sha sha.."

"Whoaa!! Nona!!"
"Apa sejak tadi Anda menguping pembicaraan kami!?"

One Piece Chapter 830
"Apa!? Apa kalian semua ingin menyembunyikan sesuatu dariku!? Kupikir hubungan kita lebih baik dari itu!!" Praline menjerit membentak Aladine dan yang lain. "Aladine!! Jangan bilang kalau kau mau kabur meninggalkanku kalau semuanya tak berjalan baik dengan Mama!!"

"T-Tentu saja tidak!! Kita pasti bisa bernegosiasi dengannya!!" ucap Aladine.

One Piece Chapter 830
"Negosiasi!? Itu sangat tidak perlu!!" ucap Praline, kemudian langsung mendekap tubuh Aladine dan memeluknya erat-erat. Tubuh Praline jauh lebih besar dari suaminya.

"Kau tahu kan, aku akan memilihmu dibanding Mama, sayang, ajaklah aku jika waktu itu tiba..." ucap Praline.

"Kyaaaah!!! Benar-benar cinta yang penuh gairah!!!" teriak anggota Jinbe sambil malu-malu menutup wajah.

One Piece Chapter 830
Jinbe kemudian bicara pada Wadatsume, "Maafkan aku, Wadatsume, aku sudah membawamu sampai sini tapi sekarang aku malah..."

"Nah, tak masalah, aku bersenang-senang dengan kalian semua.." ucap Wadatsume, dengan bahasa yang agak aneh seperti biasa.

"Oh iya, Praline, apa kau benar-benar yakin kalau kepergianku akan menimbulkan kemarahan besar bagi Mama?"

"Yah, kau bukan orang pertama yang ingin keluar.." ucap Praline. "Tapi tak ada satupun orang yang cukup berani melakukan hal itu dan tetap hidup sampai saat ini, shashasha!!" ucap Praline.

One Piece Chapter 830
Saat ini, di ibukota Whole Cake Island, Sweet City... Kondisinya masih cukup berantakan pasca diserang oleh amukan Big Mom. Dan Moscato, putra Big Mom yang dibunuhnya masih tergeletak di tengah kota. Beberapa warga menangisinya..

"Tuan Moscato!!"
"Tuan Moscato telah meninggal!!"

One Piece Chapter 830
"Tolong jangan tinggalkan kami, Tuan Moscato!!" ucap seorang warga anak-anak, tapi kemudian manusia lendir besar menyeretnya pergi. "Menjauhlah, Nak.."

"Cepat angkut tubuhnya.." perintah seorang wanita.
"Baik, nyonya.." ucap prajurit yang mengangkut tubuh Moscato.

One Piece Chapter 830
Pria berpakaian tengkorak memberi perintah pada mahluk hitam, "Jangan pergi sedetik pun, kau dengar!?"

Anak yang dibawa menjauh tadi kemudian bertanya pada pria itu, "Hei, Tuan Mont D'or!! Apa Boss Jinbe akan dibunuh juga!?"

"Mana kutahu!!" ucap pria itu. "Yang pasti saat Mama mengamuk, tak ada siapapun yang aman... Bahkan putranya sendiri!!"

One Piece Chapter 830
Big Mom dan Jinbe saat ini sudah berada di dalam sebuah bangunan besar di Sweet City, Whole Cake Ch√Ęteau...

"Jadi kau benar-benar ingin... Memutus hubungan denganku, Jinbe?"

"Kenapa!? Bos!!!" jerit kue-kue di sekitar Big Mom.
"Tolong jangan pergi, Boss!!"

"Diam!!!" Big Mom mengambil kue hidup itu lalu memasukannya ke mulut. "Jangan menanyakan alasan orang yang ingin pergi, aku tak peduli dengan alasannya!!" ucap Big Mom. "Dia itu bajak laut, hidup bebas merupakan hal terpenting..."

One Piece Chapter 830
Dibanding sebelumnya, saat ini Big Mom tak terlihat begitu marah, malah cenderung tenang..

"Akan tetapi," ucap Big Mom sambil mengunyah kue, "hubungan anak yang kandas merupakan suatu aib bagi orangtua. Jinbe... Kepergianmu akan menyebabkan kehilangan yang besar.."

"Yah, tentu.."

"Jangan bilang tentu padaku!!" ucap Big Mom.

One Piece Chapter 830
"Ini akan jadi adil kalau kau juga kehilangan sesuatu yang berharga!!" ucap Big Mom lagi. "Cuma itu satu-satunya cara untuk menjadikan ini sebagai pertukaran yang adil, iya kan? Mamamama..."

Big Mom tertawa, kemudian memerintahkan pelayan kue-kuenya, "Cepat bawa roletnya kemari!!"

Rolet, Roulette, alat judi putar yang di dalamnya terdapat gambar kepala, kaki, tangan, dan seseorang bermahkota, dengan angka-angka mulai dari 10 sampai 1000 di atasnya.

One Piece Chapter 830
"Sekarang mari kita lihat... Hal berharga apa darimu yang akan hilang!?"

Malam hari, di atas lautan masih dalam daerah kekuasaan Big Mom...
Luffy dan teman-temannya telah turun dari kapal, karena lautannya membeku, dan mereka telah meghabisi banyak sekali monster-monster semut berukuran kecil..

"Manis sekali!!" ucap Chopper.

"Tak bisakah kita berhenti di sini dan tidur sebentar?"
"Mana mungkin!! Bagaimana kalau semut-semut itu mulai menyerang kita lagi!?" bentak nami.

One Piece Chapter 830
"Lautan ini akan kembali mengalir setelah panas matahari kembali muncul di siang hari. Tapi ketika malam, arena ini mendingin dan lautannya membeku seperti ini.." jelas Pedro.

"Kenapa kau tidak menjelaskannya dari tadi!?"

"Semuanya, fokus kita saat ini adalah melelehkan lautan ini jadi kita bisa lewat.."
"Yosh!!"

Luffy telah membawa tongkat obor untuk melelehkan jalan mereka.

One Piece Chapter 830
"Untuk memperjelas saja, aku hanya menidurkan semut-semut itu untuk sementara.." ucap Brook. Semut buas mengitari mereka, banyak sekali.

"Akan jadi kacau kalau mereka bangun lagi.." ucap Carrot.
"Kapalku pernah dimakan habis oleh semut-semut ini.." ucap Pedro.

"Tapi apa yang kau lakukan di tempat seperti ini?" tanya Luffy.

One Piece Chapter 830
"Pedro dulu bajak laut, sama seperti Pekoms!" jelas Carrot.
"Eeeh!? Benarkah!?" Luffy kaget.

"Sebenarnya aku tak begitu paham waktu itu, kupikir yang kulakukan hanya pergi menjelajah lautan, tapi pada akhirnya aku memiliki harga buronan." jelas Pedro. "Aku hanya menemani Pekoms sampai setengah jalan..."

One Piece Chapter 830
"Aku menceritakan ini pada kalian karena rasa percaya di antara kita telah terbangun, tujuan perjalanan kami adalah untuk mengungkap Poneglyph!! Hari ketika kami menginjakkan kaki di wilayah kekuasaan Big Mom... Menjadi akhir bagi perjalanan kami. Kenyataannya, aku kalah di sini sekali... Dan itu merupakan sesuatu yang kuceritakan pada banyak orang.."

Luffy dan yang lainnya kaget, termasuk Carrot.
"Aku belum pernah mendengar ini sebelumnya..." ucapnya.

One Piece Chapter 830
"Berarti tempat ini membawa kembali kenangan buruk dari masa lalu!?" ucap Nami.

"Kalau keberadaanku di sini adalah untuk membantu penyelamatan Sanji, aku tidak keberatan." ucap Pedro. "Apalagi, kurasa kebersamaanku dengan kalian tak akan hanya membuang-buang waktu."

One Piece Chapter 830
"Aku diberitahu kalau Duke dan Master telah menunjukkan Road Poneglyph pada kalian..."
"Yap.." ucap Luffy.

"Saat pertama mendengarnya, aku sempat tak percaya. Meskipun kalian semua dewa penolong kami... Terakhir kali kami menunjukkannya pada orang asing selain Klan Kozuki adalah 26 tahun yang lalu!" ucap Pedro.

One Piece Chapter 830
"Rasanya sudah lama sekali sejak kami menunjukkan Poneglyph itu pada Gol D Roger dan krunya.."

"Raja Bajak Laut!?"
"Setelahnya, Roger berhasil mencapai Raftel dan dikenal sebagai Raja Bajak Laut." ucap Pedro.

One Piece Chapter 830
"Aku percaya kalau Duke Inuarashi dan Master Nekomamushi bisa melihat kesamaan antar kru mereka dan kalian. Mereka pasti yakin kalau kalian akan menjadi orang-orang yang pada akhirnya membutuhkan Road Poneglyph... Apa yang akan kalian lakukan setelah mengalahkan Kadiou!?" tanya Pedro.

"A... Itu masih terlalu jauh..." ucap Luffy.

"Setelahnya, kalian pasti akan membutuhkan Road Poneglyph yang dimiliki oleh Big Mom! Dan sekarang, inilah kesempatan terbaik kalian!! Bisa menyusup ke dalam wilayah Big Mom sampai sejauh ini..."

One Piece Chapter 830
"Sebaiknya kalian mencuri Road Poneglyph miliknya sekaligus menyelamatkan kru kalian, Sanji!" ucap Pedro.

"Yah, Robin sudah meminta padaku hal yang sama.." ucap Luffy.

"Saat kita berhasil sampai di pulau itu, maukah kalian mengulur waktu sebentar untukku? Aku janji kali ini aku akan berhasil dengan sukses mencuri Poneglyph itu!" ucap Pedro.

One Piece Chapter 830
"Apa!? Kalau itu untuk kami, maka aku akan ikut juga!!" ucap Luffy.

"Tidak, kalian fokuslah pada Sanji. Situasinya akan jadi makin rumit setelah kalian bisa mendapatkan ia kembali.."

"Oh.. Baiklah.." ucap Luffy. "Kalau begitu aku serahkan hal itu padamu!! Shishishi.."

"Hei hei, bukankah itu terdengar terlalu mudah.." ucap Nami.
"Baiklah, kalau begitu itulah rencananya!!"

"Hahaha.." Carrot tertawa.

One Piece Chapter 830
"Kurasa Luffy... Memang terlahir dengan takdir seperti ini.." ucap Brook. "Yohoho.."
"Hmm? Apa barusan kau mengatakan sesuatu, Brook?"

"Oh, tidak... Kurasa aku juga tak jauh berbeda.. Yohoho!!"

"Hm?" Chopper menyadari sesuatu...
"Semut-semutnya sudah bangun!!!"

One Piece Chapter 830
Tapi syukurlah, pada akhirnya mereka berhasil melewatinya. Dan keesokan paginya, Whole Cake Islan telah berada di hadapan mereka..

"Hei semuanya, bangun!!" Luffy membangunkan teman-temannya.
"Kita sampai!!"

"Whoah!!"

"Whole Cake Island!! Benar-benar kue!! Begitu megah, jadi di sinilah Yonkou tinggal!?"

One Piece Chapter 830
"Kue tertinggi yang bisa kau lihat di kejauhan merupakan kastil tempat tinggal Big Mom.." jelas Pedro.

"Kastil!?"

"Nami, apa kita harus tetap lurus?" tanya Brook.
"Ya!! Kudengar bagian yang di sana itu adalah satu-satunya lokasi yang tak dijaga oleh pihak keamanan..."

"Oh!!!" Luffy melihat seseorang, "Ada seseorang yang berdiri di pesisir pantai!!"

sumber: Versi Teks dan Cerita Karangan - VersiTeks.com