Thursday, January 3, 2019

thumbnail

Versi Teks One Punch-Man Chapter 100 part 2

Chapter 99 part 2 yang rilis waktu itu ternyata sudah masuk Chapter 100, dan ini adalah lanjutannya. One Punch-Man Chapter 100 part 2.

Pasca mengeluarkan tembakan laser super kuat itu, Brave Giant bagai melebur. Sekujur tubuhnya tampak meleleh menahan energi panas yang begitu dasyat. Tak ada waktu tersisa, dan kerusakan mencapai 96%

Air di sekeliling mereka sampai lenyap. Si anak kecil sandera untungnya masih terlindung di balik payung pelindung. "Whoa... Airnya..."


"Hei Child Emperor!! Apa kau masih hidup!?"

Di dalam Brave Giant yang sudah kehabisan energi, Child Emperor tampak merenung. "Aku sudah sangat salah memprediksi kekuatan musuh, dan bahkan orang secepat Flash pun sepertinya tak akan punya kesempatan untuk mengirim sinyal aba-aba ke yang lain. Apa semuanya akan baik-baik saja?"

Child Emperor khawatir serangannya yang berskala sangat besar itu tak hanya melenyapkan Phoenixman dan monster, tapi juga mengenai orang-orang dari pihak Hero.

Tapi tampaknya ada hal lain yang jauh lebih perlu untuk dikhawatirkan. Bahkan setelah serangan super besar itu, Phoenixman masih hidup dan baik-baik saja. Hanya saja setengah penampilannya jadi rusak.

"Bagus bagus... Begini lebih bagus, aku mulai muak dengan tempat berair tadi."


Wujud Phoenixman bahkan jadi semakin mengerikan. Separuh iblis dan malaikat bagaikan bersatu dalam satu tubuh. "Tampaknya mainan terakhirmu telah rusak, dan harus kuakui sebagai anak kecil kau sangat merepotkan..."


"Energi yang kuserap begitu besar sampai-sampai sebagian tubuhku jadi begini. Berani-beraninya kau merusak kostun burung kesayanganku, karena inilah aku jadi kesal denganmu..!!"

Si anak sandera jadi semakin ketakutan.
"A-A-Aku ini hanya dibawa-bawa oleh Child Emperor loh, aku tidak ikut-ikutan!!"

Dan Child Emperor sepertinya sudah pasrah.
"Kalau bahkan serangan tadi tidak mempan, sepertinya nasibku sudah berakhir.."

"Kau pasti mengirim semua data pertarungan kita ke suatu tempat. Aku harus mengurus itu. Tapi kau sudah melihat Metal Knight, kan? Tak lama lagi, teknologi asosiasi kan mampu mengungkap mainan kalian dan mempelajari semuanya. Kesabaran ada batasnya, awalnya aku berniat menghabisimu cepat dengan satu serangan, tapi perbuatanmu tak bisa kumaafkan dan akan kujadikan kau daging cincang secara perlahan.."

"Wuuuu, kalau begitu aku akan bersembunyi saja di dalam sini sampai ada yang menyelamatkanku." ucap Child Emperor. Bahkan dalam kondisi seperti itu ia masih mampu meledek. "Daritadi, seranganmu tak ada yang benar-benar bisa mencapai tempatku di dalam sini, kan? Perlindungan jubah ini adalah karya yang paling kubanggakan.."

"Kau memang sombong, ya? Pertama-tama akan kubuat lubang sebesar ini di armor-mu.."


"Lalu akan kuambil satu per satu organmu dari sana!!!"

Phoenixman di wujud burung melesat. Tapi Child Emperor ternyata belum benar-benar menyerang. Dengan bantuan energi dari sisa-sisa Mobi, perut Brave Giant terbuka.

Phoenixman terlalu cepat dan masuk ke dana. Perut tertutup, Phoneixman jadi terjebak di dalam tubuh robot itu. Tapi itu tak berarti banyak, dengan mudah Phoenixman menghancurkannya dari dalam.

Kinid Brave Giant benar-benar hancur berkeping-keping. Tubuh Child Emperor pun terlempar keluar.

Di sisi lain, dua ninja tersadar. Mereka yang telah dikalahan Flash, bahkan dikendalikan mayatnya oleh Phoenixman, ternyata masih hidup.

"Hmm?? Apa yang terjadi..."
"Eh?"


"Jadi sampai sini ya yang bisa dilakukan oleh si anak jenius terkenal Child Emperor di sebelas jamnya.. Apa kau pikir kau bisa melakukan sesuatu dengan menjebakku di dalam robotmu? Baiklah, sepertinya sekaranglah waktunya untuk menghukum- BWAAAAHAHAHAHAHAHAHA!!"

Mendadak Phoenixman tertawa terbahak-bahak. Ia tertawa terbahak-bahak sampai meneteskan air mata. "Nhahahahaha!! Heeeee!! Hyaahyahyahayaha!!!"

"Aku sengaja memancingmu ke tempat sempit dan gelap, karena dalam situasi biasa pasti sulit untuk melakukannya..."

"Ada sesuatu... Gyahahahaha!! Dalam bajuku Hwahahahahaha!! Hahahahaha!!!"

"Ada apa dengannya?" si sandera bertanya-tanya.
"Robot Serangga Penggelitik #1 Saat kau terjebak di dalam tadi, aku langsung memasukannya lewat bagian terbuka di kepalamu."


"Sambil bergerak di dalam baju, robot itu akan terus mengelitiku sampai kau mengalami kegelian akut dan mati. Jujur saja, memikirkannya saja sudah membuatku ketakutan. Dan sebagai otak burung, kau pasti gampang geli di dalam, kan??"

"Bocah kurang ajar...!!!"

Phoenixman tak tahan lagi sampai akhirnya merobek jubah burungnya.
Booom!! Itulah yang Child Emperor tunggu-tunggu.

"S-Sial... Aku malah, kekuatan kostum maskotku perlahan menghilang..."

"Haha, seperti dugaanku, dengan kekuatanmu yang sekarang kau bahkan sampai mampu merobek jubahmu sendiri. Kau pasti senang karena pada akhirnya kau bisa membukanya, kan??"

Child Emperor kemudian menggunakan peralatan di tas rangselnya, mencengkram kedua kaki Phoenixman lalu menyerangnya dengan tendangan khusus yang biasa dimainkan anak-anak, "CHILDS PLAY!!!!"

"GAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHH!!!!!"


"Sekarang, akan kucabik jubahmu sedikit demi sedikit!!!"
Pada akhirnya Child Emperor jadi lebih unggul.

Di sisi lain tempat itu...
"Tadi ada gempa, sekarang bocor? Ini bukan got, kan?"

Saitama, setelah begitu lama tak muncul akhirnya ia memperlihatkan dirinya.


Dua ninja yang tadi hidup lagi kabur. Berlari hendak mencari-cari Flash untuk balas dendam. Akibat kejadian tadi, pakaian mereka sampai terbakar habis dan akhirnya bertelajang bulat.

Dua pria berotot telanjang berlarian di terowongan.

"Apa yang sebenarnya terjadi!? Tadi kita melawan Flash dan tahu-tahu kita malah telanjang begini!! Kemana perginya si sialan itu!? Berani-beraninya dia mempermalukan kita!! Akan kucabik-cabik tubuhnya!!"

Mereka berlari, hingga akhirnya berpapasan dengan seseorang.
Saitama.

"Eh? Siapa itu?"
"Hero?"

Insting monster kedua sosok itu langsung muncul, secepat kilat mereka melesatkan serangan. Namun tentu saja, tak perlu susah-susah Saitama mampu menghindari semuanya.


Kedua monster langsung kaget. Dua ninja yang terkenal akan kecepatan, serangannya mampu dihindari seperti itu.

Saitama, seperti tidak terjadi apa-apa lantas bertanya, "Kalian kenapa? Baru ketemu tiba-tiba langsung menyerang..."

"Lagi-lagi... Orang aneh muncul" ucap salah satu dari mereka.

"Aneh? Kalian sendiri lebih parah.." ucap Saitama. "Pakai celana saja, jangan m embuatku trauma begitu.."

"Kau...!! Bisa menghindari serangan kami, tak bisa dimaafkan.."
"Normalnya, kami tak akan melepaskanmu hidup-hidup, tapi saat ini kami punya target yang lebih penting.."

Mereka memilih untuk terus mengejar Flash.
"Akan kami lawan kau nanti..."
"Kami tak akan melupakanmu!!"

Keduanya lantas menghilang.
"kenapa ada dua pria mesum berlarian di bawah tanah?"


Kembali ke Child Emperor, seragam maskot Phoenixman telah ia robek habis.
"Dengan ini kekuatan seragam maskotmu hilang, kau tak akan bisa hidup-hidup lagi.."


"Aku telah melakukan pertaruhan yang besar. Jika tadi dia menyerangku dengan serangan jarak jauh, aku pasti sudah berakhir. Senjataku tak akan jadi efektif sama sekali. Tapi kurasa ini bagus untuk pengalamanku.."

Si sandera keluar dari payung pelindung, berjalan menghampiri Child Emperor.
"Tadi itu bahaya sekali, bahkan kau yang Hero Kelas S pun bisa jadi begitu ya, aku sampai ketakutan.."

"Ya, kekuatan musuh jauh lebih besar dari perkiraanku.."
"Jangan sampai kau mati sebelum kita sampai rumah ya!!"

"Oh iya ngomong-ngomong aku lupa menanyakan sesuatu," ucap Child Emperor, "Kau itu satu-satunya manusia yang mereka sandera, kan?"

Si sandera langsung teringat akan anak kecil satunya... Tapi daripada repot-repot harus menyelamatkannya juga, ia pun berbohong. "Umm... Yah, sepertinya begitu.."

"Baguslah, kalau begitu ayo cepat pergi dari tempat ini"

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments