Friday, November 25, 2016

Siapakah Pria yang Dijodohkan dengan Lola?

Pernyataan yang terkesan berlebihan terdengar dari mulut Big Mom pada One Piece Chapter 847, bahwa kalau saja Lola putrinya tidak kabur dari pernikahannya dulu, maka ia pasti bisa mengalahkan Kaidou, Shanks, atau bahkan Shirohige. Dan tak hanya itu, saat ini ia juga pasti sudah menjadi Raja Bajak Laut.

Lantas seberapa kuatkah calon suami Lola sehingga Big Mom begitu yakin dengan kekuatan yang akan didapatnya?

Thursday, November 24, 2016

Kenapa Big Mom Membenci Raksasa?

Satu hal menarik yang kita dapati pada One Piece Chapter 847 adalah ekspresi kesal Big Mom ketika Judge menyebut-nyebut soal raksasa. Meski tak lama setelahnya ekspresinya berubah tenang kembali, dan berkata kalau mungkin Judge hanya belum melihatnya saja, jelas sekali kalau itu hanya kebohongan yang dikatakan oleh Big Mom karena pernikahan politik antara Pudding dan Sanji sangat penting baginya. Ada rasa tidak enak antara Big Mom dan kaum raksasa. Big Mom membenci raksasa. Kenapa?

Versi Teks One Piece Chapter 847

Dunia cermin, rumah Brulee, Carrot digantung di atas tungku yang mendidih. "Kachopper!! Tolong!! Panas sekali!!" teriaknya sambil menangis-nangis.

"Diam saja kau Nak!! Tangisanmu merusak telingaku!!" ucap Brulee.

Di rumahnya, terdapat Brulee dan beberapa anak buah Big Mom lainnya, termasuk Randolph dan si buata bicara. Tampak juga beberapa pasukan kue dan seorang lelaki dari suku tangan panjang, kemudian Chopper di wujud Heavy Point yang diikat menggunakan rantai.

One Piece Chapter 847
"Aku tak mau makan manusia, tapi daging Mink sepertinya boleh juga.." ucap si buaya.
"Tidaaak!! Jangan makan aku!!!" Carrot menjerit lagi.

Versi Teks One Piece Chapter 846

Tentara kue Big Mom berguguran di bawah hujan yang semakin deras. Luffy berhasil mengalahkan mereka. Namun berbeda dengan prajurit-prajurit kecil yang lemah itu, pasukan-pasukan utama mereka, anak-anak Big Mom sama sekali tak bisa dianggap remeh.

"Nami!!" Luffy berteriak, saat salah satu anak Big Mom, Charlotte Galette menahan Nami dengan kemampuannya.

One Piece Chapter 846
"Aku hampir saja terkecoh.." ucap Galette, "Siapa sangka gadis kecil sepertimu bisa menciptakan petir sebesar itu?"

"Haah..." Nami tak bisa bergerak, kedua tangannya terikat oleh semacam cairan khusus yang dikendalikan oleh musuh.

"Aku tak bisa membuat petir sebesar itu dengan kemampuanku..." ucap Nami, "Tapi aku bisa mengontrol awan petir yang diciptakan oleh Big Mom.."

Wednesday, November 2, 2016

Versi Teks One Piece Chapter 845

Di tempat itu, tempat terakhir Luffy berpisah dengan Sanji, ia masih tetap berbaring menunggu. Sama persis dengan kata-katanya. Bahwa Luffy tak akan pergi ke mana-mana, tetap diam di wilayah yang tentu saja berbahaya itu.

Nami bukannya diam saja, secara tidak langsung ia menyarankan supaya kaptennya itu pergi tapi Luffy tidak mau.

"Apa kau benar-benar akan tetap diam di sini?" Nami bertanya, "kau tahu kan, di sini wilayah kekuasaan musuh..."

"Aku akan menunggu.." Luffy berkata.

One Piece Chapter 845
"Pound sudah memberitahu kita kan konsekuensi yang harus kita terima setelah mengalahkan salah satu dari tiga komandan Big Mom... Kita akan dibunuh oleh pasukan mereka. Kalau menunggu di sini, musuh pasti akan datang... Dan Sanji mungkin tidak akan pernah kembali lagi..."

"Dia akan kembali.." Luffy tetap percaya.
"Aku akan menunggunya di sini..."

Versi Teks One Piece Chapter 844

"Apa maksudmu, Sanji!?"

Luffy masih benar-benar tak habis pikir dengan sikap Sanji.

"Kembalilah, itu yang kumaksud.." ucap Sanji.

One Piece Chapter 844
"Apa kalian masih belum mengerti juga? Aku sangat tersentuh kalian mencariku jauh-jauh ke sini, tapi sayang sekali hal itu tidak perlu.."

Sanji turun dari keretanya dan melangkah mendekati Luffy.

"Dibanding kalian kelompok bajak laut kecil dan miskin, Big Mom adalah kelompok bajak laut yang kuat dan kaya, ialah pilihan terbaik yang kumiliki!! Bagiku, inilah yang disebut kebahagiaan. Dan lagipula, aku ragu kau bisa menjadi Raja Bajak Laut!!"

One Piece Chapter 844
"Berhenti bicara omong kosong!!" Nami membentak, "Kalau begitu kenapa kau tidak mengatakannya dari awal!?"