Tuesday, July 5, 2016

Versi Teks One Piece Chapter 68

"Membawa Sanji ikut? Tidak!" jawab Luffy tegas.

Hal itu tentu saja membuat seisi restoran kaget. Padahal jelas-jelas sebelumnya Luffy sendiri yang sangat berantusias untuk mengajak Sanji bergabung menjadi koki di kapalnya. Para koki menjerit, "Apaaaaa!?"

"Bicara apa kau ini?" ucap Pak Zeff, "Bukankah kau membutuhkan koki untuk kapalmu? Apa kau merasa tidak puas dengannya?"

One Piece Chapter 68
"Bukan, bukannya aku tidak puas atau semacamnya. Aku ingin dia pergi bersamaku, tapi dia bilang dia mau tetap jadi koki di sini. Jadi kalaupun aku mau, aku tidak bisa.." jelas Luffy.

"Jadi kau tak akan menerimanya sampai ia mengatakannya sendiri?"

"Yap" sahut Luffy, lalu menyodorkan piring yang telah kosong di tangannya, "Minta soup lagi dong.."

One Piece Chapter 68
"Yah, kau ada benarnya juga." ucap Pak Zeff. "Tapi masalahnya adalah, akankah bocah itu jujur pada dirinya sendiri atau tidak..."

"Minta soup lagi..." ucap Luffy, lagi.

Di luar, di depan pintu, Sanji masih terduduk sambil melihat ke arah lautan. Lautan yang tenang, sampai kemudian seseorang melesat cepat membelah samudra. "Dabadbabababa!! Abababababebubabadaba!! Gyaaaahhh!!!"

One Piece Chapter 68
"Eeeh!?" Sanji kaget.

Mahkluk bekercepatan tinggi itu kemudian melesat, melompat dan menabrak Baratie. Ternyata itu Yosaku yang datang dengan digigit hiu. Setengah tubuhnya digigit hiu.

"Sanji..."

"Siapa orang itu!? Ikan duyung!?" ucap kaget para koki.

One Piece Chapter 68
"Apa dia datang jauh-jauh dari Pulau Manusia Ikan kemari untuk mencoba masakan kita?"
"Bodoh, dia itu cuma orang biasa yang dimakan hiu panda.."

Luffy mengenalinya, "Oh, Yosaku!!"
"Ah... Kak Luffy...!!"

Luffy jongkok di depan Yosaku lalu bertanya padanya, "Apa yang kau lakukan di sini sendirian? Di mana yang lainnya? Dan bagaimana soal Nami?"

One Piece Chapter 68
Setelah kondisinya oke, lepas dari ikan hiu lalu duduk di atas kursi kayu, Yosaku mulai bercerita. "Kami tak bisa mengejar Nami. Tapi dilihat dari arah yang ditempuhnya, kami rasa kami tahu tujuannya ke mana.."

"Baguslah, kalau begitu ayo pergi dan bawa dia kembali.." ucap Luffy.

"Tapi kalau benar dia pergi ke tempat itu, maka ini akan jadi berbahaya.." ucap Yosaku. "Akan kuceritakan detailnya nanti, yang pasti kami akan membutuhkan kekuatanmu, Kak!! Ayo segera pergi!!"

One Piece Chapter 68
"Ok, aku tak tahu apa yang terjadi tapi ayo pergi!!"

"Tunggu!" tiba-tiba Sanji mencegat Luffy.
"Aku juga akan pergi, ajak aku bersamamu.."

"Eh!?" para koki kaget.
"Sanji..."

One Piece Chapter 68
Luffy malah terdiam.

"Aku akan menemani jalanmu untuk menjadi Raja Bajak Laut, bagaimanapun kita berdua sama-sama memiliki mimpi yang gila. Jadi aku akan ikut bersamamu untuk memenuhi mimpiku juga. Aku akan menjadi koki di kapalmu, bagaimana? Kedengarannya bagus atau buruk?"

"Kedengarannya hebat sekali!! Woohoo!!" sahut Luffy.

One Piece Chapter 68
"Yosh, Kak Luffy!!" Yosaku tampak ikut bersemangat.
"Yeah!!"

"Jadi begitulah, semuanya, maaf atas semua masalah yang selama ini telah kutimbulkan.." ucap Sanji pada para koki.

"Hmph!! Sebenarnya aku mau melemparmu keluar dari tempat ini, tapi sekarang kau memutuskan untuk pergi sendiri?" Patty masih berusaha sok kejam.

"Maaf kalian sampai harus repot-repot mengadakan sandiwara itu..." ucap Sanji.
"Eeeh!? Kau menyadarinya!?"

One Piece Chapter 68
"Aku bisa mendengar tangisan kalian dengan jelas dari luar, bodoh.."
"Apa!?"

Sanji kemudian melirik ke arah Pak Zeff, lalu berkata, "Jadi... Kau ingin aku pergi dari tempat ini sampai sebegitunya ya, Pak Tua Sialan?"

"Hei hei, kau pikir kau bicara dengan siapa, hah!?" Patty masih tampak kesal, namun Pak Zeff melerainya.

One Piece Chapter 68
"Benar sekali, terong kecil," ucap Pak Zeff. "Aku selalu membenci anak-anak. Tak ada hari di mana aku tidak menyesali tindakanku menyelamatkanmu.."

"Hah, terserah kau mau bilang apa, Pak Tua, nikmatilah beberapa tahun sisa umurmu..." ucap Sanji.

Pada akhirnya, mereka pergi. Luffy dan Yosaku diberikan perahu yang ukurannya tidak begitu besar, namun lebih dari cukup untuk mereka bertiga.

"Whoah!! Perahu yang bagus!! Benarkah kami boleh memakai ini!?"
"Tentu saja, toh itu milik Sanji..."

One Piece Chapter 68
Dan yang paling penting, Luffy butuh bekal makanan.
"Mau bawa lebih banyak lagi?" tanya koki yang bertugas memberi mereka bekal.

"Ya, beri aku lebih banyak daging.." ucap Luffy.
"Berapa lama kalian akan berlayar?"

"Entahlah.." Luffy sendiri tak yakin.

One Piece Chapter 68
Sanji masih di dalam kapal, mengemasi barang-barangnya. Dan tiap langkah yang ia lalui menuju pintu keluar terasa begitu berat. Untuk terakhir kalinya, Sanji duduk di atas kursi dalam ruangan yang sepi. Tak ada siapa-siapa di sana, selain udara dan semua kenangan yang telah ia lalui...

"Sanji..." ucap Pak Zeff waktu itu, "tak peduli betapa berbahayanya penjahat, orang yang kabur dari penjara, atau siapa pun itu, selama mereka datang kemari untuk mencari makan... Bukankah itu menjadi bukti bahwa hal-hal sulit yang selama ini kita lewati untuk mempertahankan tempat ini layak untuk dilalui?"

One Piece Chapter 68
Sanji juga ingat saat pertama kali melihat kapal itu, restoran laut Baratie. "Hei Pak Tua!!" ucap Sanji dengan penuh semangat, "Kelihatannya hebat sekali!! Jadi ini restoran laut ya!?"

"Benar, tapi bahkan semua harta karun itu belum cukup untuk melunasi kapal ini, jadi kurasa ada banyak pekerjaan yang sudah menunggu!!"

"Yosh, tak masalah karena aku juga akan ikut membantu!!"

One Piece Chapter 68
Juga saat-saat ketika Sanji mulai muak dianggap sebagai anak kecil. "Berhenti memanggilku terong kecil, Pak Tua Sialan!!" teriaknya waktu itu.

"Apa aku menyakiti perasaanmu, terong kecil?"

Sanji bahkan mulai merokok supaya dianggap sebagai lelaki dewasa, meski di awal-awal itu justru membuatnya batuk, "Uhk... Uhkk!!"

"Berhenti merokok!! Rokok akan merusak lidahmu!!" bentak Pak Zeff.
"Heh heh... Tapi sekarang aku sudah terlihat dewasa, kan!?"

One Piece Chapter 68
Tak hanya ia dan Pak Zeff, masih jelas ingatan ketika Patty dan Carne yang saat itu masih dua berandal datang ke sana untuk pertama kalinya.

"Yooo!! Apa benar ini tempat Zeff si Kaki Merah berada!?"
"Kau serius soal iklan pencarian koki ini!?"

One Piece Chapter 68
Lalu saat-saat ketika Pak Zeff menghajarnya habis-habisan, "Dasar bocah!! Kau pikir aku mau menyajikan sampah seperti ini pada pelanggan!? Nih makan!!" Pak Zeff menendang Sanji sampai berdarah-darah.

Lalu saat ada pelanggan yang diam-diam membicarakan Pak Zeff, "Hei, apa kau dengar? Katanya tempat ini milik bekas bajak laut..."

Sanji menghajarnya langsung, "Coba katakan sekali lagi, sialan!!"
"Pak Zeff!! Sanji menghajar pelanggan lagi!!"

One Piece Chapter 68
Tapi tak hanya Sanji, beberapa kali Pak Zeff pun pernah menghajar pelanggan yang tak disukainya.

"Kita harus menghentikan Pak Zeff!!" jerit para koki.

Lalu ketika sekelompok bajak laut mencoba untuk menyerang, "Baiklah koki-koki sialan!! Kalau kalian takut mati, maka cepat serahkan semua makanan yang kalian miliki!!"

Baratie telah siap, dengan koki-koki mereka yang tangguh.
"Dia bilang apa barusan?"
"Entahlah, suaranya tak terlalu jelas.."

One Piece Chapter 68
Begitu lama Sanji duduk terdiam mengingat-ngingat itu semua. Di luar, Luffy dan para koki lainnya sudah menunggu.

"Kak Koki telat ya..." ucap Yosaku, tapi tak lama setelahnya Sanji muncul.
"Ah, itu dia.."

Para koki menatap Sanji dingin, dan Sanji membalas dengan tatapan yang sama. Ia melangkah perlahan, menuju Luffy, lalu Patty dan Carne melompat dari belakang, berusaha untuk menyerangnya, "Ini bayaran atas tahun-tahun yang selama ini kau berikan pada kami!!"

"Mati kau, Sanji!!"

One Piece Chapter 68
Tapi tentu saja, dengan mudah Sanji menghentikan mereka berdua.
"Sudah kubilang, kalian tak akan bisa mengalahkannya.." bisik koki.

Tatapan para koki ke Sanji masih terlihat dingin, begitu pula dengan Sanji.
"Ayo pergi..." ucap Sanji saat sampai di depan perahu tempat Luffy dan Yosaku berada.

"Begitu saja? Tidak mau menyampaikan selamat tinggal?"
"Tak apa.."

One Piece Chapter 68
Sanji masih bisa menahan perasaannya, sampai kemudian Pak Zeff berkata dari atas kapal, "Hei Sanji, jaga diri baik-baik.."

Mendadak ekspresi Sanji berubah. Sejak tadi Sanji berusaha untuk menahan diri, setegar mungkin menghadapi perpisahan ini. Tapi kata-kata Pak Zeff benar-benar membuat Sanji tak kuasa menahan air matanya.

Sanji membalikkan badan lalu berteriak keras-keras, "Pak Zeff!!!"

Air mata mengalir deras di pipi Sanji, lalu pria itu bersujud di hadapan Pak Zeff dan semua koki sambil berteriak, "Aku sangat bersyukur, terima kasih sudah merawatku selama ini!! Aku tak akan pernah melupakannya seumur hidupku!!"

One Piece Chapter 68
"Dasar kurang ajar!!" teriak Patty dan Carne, pada akhirnya mereka pun tak kuasa menahan air mata. "Sial, tempat ini pasti jadi sepi tanpamu!!"

"Benar-benar sepi, kau dengar!?"

"Aku akan merindukanmu!!"
"Kau membuatku menangis, sial!!"

One Piece Chapter 68
"Dasar orang-orang bodoh," ucap Pak Zeff pelan.
"Seharusnya lelaki itu mengucapkan salam perpisahan diam-diam.."

"Suatu hari nanti ayo kita bertemu lagi, orang-orang tidak berguna!!" teriak Sanji, dan kini Luffy telah benar-enar siap untuk berangkat. "Yosh!! Ayo mulai berlayar!!"

sumber: Versi Teks dan Cerita Karangan - VersiTeks.com