Tuesday, May 3, 2016

Sekilas Tentang Sora, Burung Camar, Robot, dan Germa 66

Tes pengetahuan kamu seputar One Piece dengan mengikuti Kuis One Piece, dapat diakses melalui web maupun smartphone kamu!

Petunjuk mengenai kelompok yang dipimpin Keluarga Vinsmoke, Prajurit Iblis yang juga dikenal dengan nama Germa 66 makin jelas kita temukan di Chapter 825, yang rilis beberapa waktu yang lalu. Siapa sangka, mereka sampai dijadikan tokoh penjahat dalam serial komik strip populer yang diterbitkan oleh Koran Ekonomi Dunia, WE Times.

One Piece Chapter 825
Komik strip terbitan WE Times itu menceritakan tentang seorang tokoh yang merepresentasikan angkatan laut yaitu Sora, dalam menghadapi musuh besarnya yaitu Kelompok Germa 66. Sama seperti kebanyakan tokoh fiksi anak-anak, sebagai Hero Sora tak bergerak seorang diri. Ia memiliki rekan robot berukuran besar, dan burung camar di atas kepalanya. Entah itu burung sungguhan atau hanya aksesoris seperti yang Sengoku biasa kenakan, yang pasti itu merupakan representasi dari angkatan laut yang kita semua tahu lambangnya adalah burung camar.

Banyak yang bingung, siapa sebenarnya Sora ini? Siapa robot yang bersamanya?

Kata Hero atau pahlawan yang sempat disebut-sebut oleh Vito membuat banyak orang berpikir kalau Sora yang dimaksud itu Garp, tapi sepertinya tidak. Garp memang dikenal sebagai Pahlawan Angkatan Laut, tapi cuma itu. Lagipula, berdasarkan terjemahan Mangastream, cerita Sora si Kesatria Lautan dikatakan terinspirasi dari "Marine Heroes", dengan kata lain maksudnya jamak, pahlawan-pahlawan. Jadi, sosok Hero tidak mengarah pada satu orang, Garp misalnya, namun pahlawan-pahlawan angkatan laut secara umum.

Ada juga yang beranggapan kalau Sora itu Sengoku, karena sama-sama punya "burung camar" di kepala. Tapi sekali lagi, kelihatannya tidak seperti itu. Malah bisa jadi, Sengoku sendiri yang terinspirasi untuk mengenakan aksesoris burung camar setelah komik strip itu dirilis. Apalagi waktu ia masih muda, Sengoku belum menggunakan topi camar.


Lalu siapa robot yang bersama Sora?

Beberapa orang berpikir kalau yang dimaksud itu Pacifista, tapi sekali lagi, tampaknya robot dalam cerita cuma sebagai pemanis untuk makin menambah minat pembaca anak-anak. Tahu sendiri kan bagaimana anak-anak dunia One Piece begitu mengagumi robot? Lihat saja anak-anak di sekitar Franky. Dan tak cuma anak-anak, mata Luffy Usopp Chopper juga kerap berbinar saat melihat robot.

Apalagi komik itu sudah ada lama, Vito sendiri sampai lupa kapan pastinya ia mulai membaca cerita itu. Di sisi lain, Pacifista merupakan produk baru Vegapunk. Di lihat dari gambar pun, bentuknya jelas beda.

Jadi intinya, Sora si Kesatria Laut dan Robot itu cuma tokoh yang katanya terinspirasi dari kepahlawanan Angkatan Laut secara umum. Jadi tidak mengkhusus terhadap sejarah satu sosok tertentu. Tokoh ini sengaja dibuat untuk "mencuci otak" anak-anak di seluruh dunia, supaya mereka mengagumi betapa hebat dan kerennya Sora hingga akhirnya terpacu hatinya untuk menjadi Angkatan Laut.

Dikatakan juga kalau Sora bisa berjalan di atas laut, tapi tampaknya itu cuma untuk memperkeren cerita. Karena kalau di perhatikan lagi, pada kilasan gambar oleh Vito, tak hanya Sora tapi semua tokoh di dalamnya berdiri di atas laut. Termasuk robot di sebelah Sora dan Prajurit Iblis Germa 66.

Lalu, kenapa namanya Sora?

Kalau untuk Angkatan Udara, nama Sora mungkin cocok, karena sora artinya langit, tapi kenapa Angkatan Laut nama pahlawannya "Langit"? Ya mungkin karena itu tadi, untuk menggambarkan keberadaannya.

Sora berada di atas laut, dan yang ada di atas laut adalah langit..
Haha, entahlah. Tunggu saja sampai ada orang kurang kerjaan yang menanyakannya di SBS.

Lagipula kalau Angkatan Laut memakai nama laut (Laut Bahasa Jepangnya = Umi) jadinya malah aneh:

Umi si Kesatria Laut.
Pertempuran Besar: Prajurit Iblis Germa 66 vs Pahlawan Umi.

Fokus soal Germa 66, pantas saja Nami sempat kaget di awal Chapter 815 saat Pekoms menyebut nama Germa 66. Nami berkata pada Pekoms, "Bicara apa kau ini!? Maksudmu kelompok iblis khayalan itu!? Omong kosong!!"

Dulu ada yang beranggapan kalau Nami mendengar nama itu dari suatu tempat, Germa 66 memiliki hubungan khusus dengan masa lalunya, apalagi kemunculan Germa 66 bertepatan dengan naiknya bounty Nami menjadi 66.. Germa 66, bounty 66 juta, kenapa bisa pas? Kita semua sama-sama tahu kalau tak ada yang namanya kebetulan di dunia One Piece. Oda seolah sudah memperhitungkan tiap detailnya. Tapi dari chapter 825, kita bisa tahu pasti: kalau Nami tahu Germa 66 dari komik strip terbitan WE Times. Tak heran juga ia menyebut cerita itu omong kosong, karena Nami adalah anak yang cerdas sejak kecil, propaganda Angkatan Laut tak akan bisa mempengaruhinya semudah itu.

Chapter 825 berakhir dengan pria beralis keriting memandang ke Kapal Topi Jerami. Jadi kemungkinan besar, pada Chapter berikutnya kita akan langsung memperoleh lebih banyak informasi mengenai Vinsmoke atau Germa 66. Yah, mari sama-sama kita bersabar...

Cuma dua minggu kok...