Monday, March 14, 2016

Versi Teks One Piece Chapter 66

Dua Gomu Gomu no Bazooka berturut-turut yang dilesatkan oleh Luffy tak hanya membuat jubah emas Krieg hancur berkeping-keping, tapi juga melukainya lumayan parah. Don Krieg terlempar ke laut.

One Piece Chapter 66
"Don...!!!" teriak anak buahnya, sementara para koki sudah tersenyum dan bersiap untuk bersorak penuh kemenangan.

Tapi tidak secepat itu. Sebelum dirinya benar-benar terjatuh ke laut, Don Krieg mengeluarkan senjata terakhirnya. "Masih terlalu cepat untuk merayakan kemenanganmu, bocah sialan!!!"

"Ah!! Dia masih hidup!!"

Don Krieg mengeluarkan jaring dari tangan kanannya, menggunakannya untuk menangkap tubuh Luffy. "Hahaha!!! Kau tak akan bisa lolos dari jaring besiku!!!"

One Piece Chapter 66
Don Krieg berhasil menangkap tubuh Luffy. "Di bawah kita lautan sudah menunggu, berakhir sudah riwayatmu, bocah palu!! Yang harus kulakukan hanyalah membawamu jatuh bersama-sama dan membuatmu mati tenggelam!! Pada akhirnya akulah yang akan tertawa!!!"

"Whoaaaa!! Itulah Don yang kukenal!!!" seru anak buahnya.
"Mati kau bocah karet!!!"

Situasi yang gawat, tapi Luffy tak mau menyerah begitu saja. Lubang jaring itu cukup besar hingga ia bisa mengeluarkan kedua tangan dan kakinya. "Selama aku bisa merentangkan kaki dan tanganku, kemenangan adalah milikku!!!"

One Piece Chapter 66
"Bocah itu...!! Dia masih mau bertarung!?"
"Tapi laut itu kelemahannya, kan!?"

Bahkan Sanji pun kaget, "Dia tidak ragu sama sekali!? Bagaimana bisa..."

Luffy memanjangkan kedua kakinya, lalu melilitkannya panjang hingga menjangkau dan menjepit kepala Don Krieg. Don Krieg kaget. "Apa-apaan orang ini!?" ucapnya dalam hati. "Meski dengan senjataku yang tak ada habisnya... Meski dengan kekuatanku..."

One Piece Chapter 66
Zeff merasakan kegelisahan Sanji lalu berkata, "Bagaimana bisa dia bisa terus bertarung sampai saat ini? Apa itu yang sedang kau pikirkan saat ini?"

Sanji terdiam.

Don Krieg pun masih tak mengerti dengan kekuatan Luffy. "Bagaimana bisa ia terus bertarung tanpa keraguan sedikit pun!? Aku adalah Admiral Bajak Laut Don Krieg yang Agung!!" lalu Don Krieg berteriak ke anak buahnya, "Jangan diam saja!! Bantu aku!!!"

"B-Baik, Don!!!" anak buahnya bersiap untuk menembakkan panah besi ke arah Luffy.

"Kali ini pertarungan ini akan benar-benar berakhir!!!" Luffy telah bersiap untuk melesatkan pelintiran kakinya dan menghantamkan tubuh Don Krieg.

One Piece Chapter 66
Anak buah Don Krieg pun sudah siap untuk menembak, "Tembak dia sekaligus!!!"

Namun Buakkk!!! Sanji langsung melesat dan menginjak-injak kepala mereka. "Hentikan, atau banyak dari kalian akan mati saat ini juga..."

Luffy melesatkan pelintirannya, Don Krieg berputar bagaikan baling-baling, "Gyaaahhh!!!"

"Gomu Gomu no... Sledge Hammer!!!!"

Jduakkkk!!!! Tubuh Don Krieg diputar kencang lalu dihantamkan puing kapal, tepat di bagian kepalanya. Kepala Don Krieg menghantam papan dengan sangat keras.

One Piece Chapter 66
"Gyaaaa!!! Don Krieeeg!!!" teriak anak buahnya.
"Bagus, bocah pelayan!!!" teriak para koki.

"D-Dia benar-benar melakukannya!!!" ucap Patty, sambil melotot seolah masih tak percaya. "Dia mengalahkan Admiral Bajak Laut Don Krieg...!!!"

Don Krieg akhirnya tak sadarkan diri lagi, Luffy memenangkan pertarungannya. Tapi, nyawanya masih dalam bahaya. Tubuhnya masih terjerat jaring dan ia terjatuh ke laut.

One Piece Chapter 66
"Jika armada yang dikumpulkan oleh Krieg, bersama dengan ratusan senjata, pelindung, dan bahkan gas beracunnya dianggap sebagai kekuatannya, maka kekuatan dari anak itu adalah tombak yang dimilikinya." ucap Zeff.

"Tombak..." Sanji teringat kata-kata Zeff sebelumnya, "Tak peduli berapa banyak senjata yang kau miliki, atau seberapa kuat pelindung yang kau kenakan, itu tak ada apa-apaya dibanding tombak yang muncul dari keberanian..."

"Prinsip..." ucap Sanji.

One Piece Chapter 66
"Don!! Bertahanlah!!!" anak buahnya menghampiri.
"Sial...!! Don, bagaimana bisa kau...!!"

"Aku kenal orang bodoh yang sengaja menahan tombaknya itu untuk alasan yang tidak jelas..." ucap Zeff, menyindir Sanji. "Kenapa kau masih diam di sana? Cepat sana selamatkan anak itu, dia tak akan kembali dengan sendirinya. Orang-orang dengan kekuatan Buah Iblis dibenci oleh laut dan tak bisa berenang.."

"Eeh!? Pak Tua sialan, harusnya kau mengatakannya dari tadi!!"

Sanji pun buru-buru menyeburkan dirinya ke laut untuk menyelamatkan Luffy.

One Piece Chapter 66
Di sisi Patty dan Carne, Gin masih terduduk lemas akibat gas beracun tadi. Tapi perlahan, ia mulai bisa menguasai dirinya. "Krieg... Kalah?" Gin masih tak percaya. "Mana mungkin itu terjadi... Ia adalah penguasa terkuat lautan..."

"Terserah mau bilang apa, tapi lihat saja sendiri kalau tidak percaya." ucap Patty.
"Jubah pelindungnya sudah hancur berkeping-keping!!" ucap Carne.

Gin masih tak mau melihat. Sambil menundukkan kepalanya, "Dia... Dia adalah satu-satunya pria... Yang pernah kukagumi, Hiks... Aku percaya kalau dialah yang terkuat..."

One Piece Chapter 66
Kemudian Gin berdiri dan perlahan berjalan pergi...
"H-Hei!! Jangan bergerak dulu nanti racunnya...!!" Patty berbisik pada Carne, "Hei, kalau bergerak racun menyebar tidak ya?"

"Mana kutahu!!" teriak Carne, "Tapi bergerak saat kondisi tubuh tidak bagus itu buruk!! Kau harus beristirahat!!"

Sementara di sisi Sanji, ia sudah berhasil membawa Luffy kembali ke permukaan. "Hei, jangan mati dulu.." ucap Sanji.

One Piece Chapter 66
Sanji pun teringat dengan kata-kata Zoro sebelumnya, "Kalau aku melangkah ke belakang satu langkah saja, maka aku merasa kalau aku tak akan pernah bisa kembali lagi ke titik di mana aku berdiri saat ini..."

Zoro berdiri dan siap untuk menerima tebasan Mihawk.

"Hah, mereka semua..." pikir Sanji. Sanji heran melihat semangat mereka yang tidak takut mati. Semangat orang-orang bodoh itu. Lalu, ketika Luffy luka-luka oleh beberapa tembakan Don Krieg, ia malah tersenyum dan berkata, "Aku tak akan mati di tempat ini!!"

One Piece Chapter 66
"Bukankah aku yang terkuat!!!???" tiba-tiba terdengar suara teriakan Don Krieg. Ternyata ia masih hidup. Tapi langkahnya sempoyongan, tubuh goyah, wajah luka-luka...

"Tak ada... Yang berani... Menentangku!!" teriaknya lagi.
"Hentikan, Don!!" teriak anak buahnya. "Kalau kau terus bergerak nanti luka-lukanya..."

"Aku memenangkan seluruh pertarunganku...!!!" teriak Don Krieg lagi. "Tak mungkin ada yang bisa menandingi kekuatanku!!"

One Piece Chapter 66
"Krieg!?"

"Aku... Akan... Menang..."
"Tenanglah Don!! Gawat dia mulai kehilangan kesadarannya lagi!"

"Akulah yang terkuat!!!"

"Don Krieg, kita sudah kalah..." Gin tiba-tiba datang, memukul perutnya sampai ia pingsan lalu mengangkut tubuh pria besar itu.

One Piece Chapter 66
"Komandan Tempur!?"

"Untuk saat ini mari kita mundur, dan memulai sesuatu yang baru." ucap Gin. Ia memikul tubuh Don Krieg lalu pergi. "Terima kasih untuk semuanya, Sanji..."

"Ya, jangan kembali lagi ya.." ucap Sanji.

One Piece Chapter 66
sumber: Versi Teks dan Cerita Karangan - VersiTeks.com